Menristekdikti, Mohamad Nasir (keempat dari kiri) berfoto bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fatkhurahman (kanan), Medcom.id/Budi Arista Romadhoni.
Menristekdikti, Mohamad Nasir (keempat dari kiri) berfoto bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fatkhurahman (kanan), Medcom.id/Budi Arista Romadhoni.

BNPB Ajukan Pendirian Perguruan Tinggi Khusus Kebencanaan

Nasional Mitigasi Bencana Tsunami di Selat Sunda
Budi Arista Romadhoni • 02 Januari 2019 13:42
Semarang:  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajukan pendirian perguruan tinggi khusus Manajemen Kebencanaan.  Selain perguruan tinggi baru, muncul juga pengajuan program studi (prodi) manajemen kebencanaan di sejumlah perguruan tinggi.

"Yang mengajukan prodi (Kebencanaan) sudah ada Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh, kemudian beberapa kampus di Riau juga soal asap, di Palembang juga. Kalau BNPB ingin ajukan perguruan tinggi di bidang manajemen kebencanaan," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, Rabu, 2 Januari 2019. 

Selama ini, Kemenristekdikti telah memiliki program Disaster Management (manajemen bencana)
"Itu sudah kami lakukan sejak 2015. Dalam rencana induk riset nasional 2017-2045, masalah kebencanaan sudah masuk di dalamnya," kata Nasir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Riset LIPI Fokus pada Minimalisasi Korban Bencana Ia menyebut, selama ini kendala mengantisipasi bencana ada pada alat peringatan dini yang justru dicuri orang. Padahal daerah-daerah yang rawan bencana seperti yang dilintasi cincin api harus terus terpantau. 

Untuk itu, kata Nasir, ke depan mahasiswa baru perguruan tinggi akan mendapat pelatihan soal kebencanaan. Pelatihan itu akan memberikan pengetahuan mengenai mitigasi bencana.

Ia menyebut, untuk saat ini sudah ada pelatihan terkait bela negara, wawasan kebangsaan, dan antikorupsi.  "Bentuknya pelatihan pada mahasiswa baru. Tapi yang tanggap bencana belum diwajibkan, ini pilihan bagi semua perguruan tinggi," terangnya. 


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi