Revolusi Mental Hasilkan Banyak Perubahan Positif

Anggi Tondi Martaon 26 Oktober 2018 19:35 WIB
berita kemenko pmk
Revolusi Mental Hasilkan Banyak Perubahan Positif
Menko PMK Puan Maharani (Foto:Dok.Kemenko PMK)
Manado: Revolusi mental menjadi salah satu program yang diusung pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Banyak perubahan positif yang telah dilakukan dalam empat tahun perjalanan Revolusi Mental.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, empat tahun jalanya pemerintahan Jokowi-JK fokus pada Revolusi Mental. Menurutnya, slogan itu diterapkan pada semua sektor pemerintahan.

"Semua inovasi pada semua kementerian/lembaga, pemerintah pusat dan daerah yang terkait pembangunan manusia, infrastruktur, pembangunan, bagaimana memberikan pelayanan publik lebih baik, dan melakukan inovasi, itu merupakan apa yang dinamakan Revolusi Mental," kata Menko PMK Puan, usai membuka acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) 2018, di Lapangan KONI Sario, Manado, Sulawesi Utara, Jumat, 26 Oktober 2018.


Revolusi Mental perlahan diterapkan dengan baik pada semua sektor. "Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sinergi antara kementerian/lembaga itu pun merupakan satu gerakan revolusi yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi," katanya.

Meski sudah berjalan empat tahun, Menko PMK Puan mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dirampungkan. Salah satunya, pembenahan pelayanan publik.

Dia berharap pelayanan yang diberikan pemerintah bisa bermakna dan dimaknai oleh masyarakat. Salah satunya, melalui ajang Asian Games dan Asian Para Games 2018.

"Saat melaksanakan Asian Games 2018, di sana kita sudah mulai melihat gerakan mengantre itu dilakukan. Bagaimana budaya mengantre, budaya buang sampah pada tempatnya, dan rasa nasionalisme kita menggelora saat mendukung atlet pada Asian Games dan Asian Para Games 2018," kata Puan.

Memang, untuk mewujudkan itu semua butuh kerja keras dan proses yang tidak instan. Pemerintah tetap berkomitmen dan konsisten mewujudkannya.

"Dikatakan susah, ya susah. Namun, kita harus melakukan karena itu salah satu cara bagaimana Indonesia bisa berkompetisi dengan negara lain melalui pelayanan publik," ujar Puan.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id