Marka wisata Tanjung Lesung yang rusak berat akibat hempasan gelombang tinggi teronggok di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12). MI/Susanto.
Marka wisata Tanjung Lesung yang rusak berat akibat hempasan gelombang tinggi teronggok di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12). MI/Susanto.

Menpar Susun Strategi untuk Pulihkan Pariwisata Banten

Nasional Gunung Anak Krakatau Tsunami di Selat Sunda
Antara • 28 Desember 2018 13:19
Jakarta: Menteri Pariwisata Arief Yahya menetapkan tiga strategi untuk memulihkan destinasi pariwisata Banten pascatsunami di area Selat Sunda. Arief mengatakan, pihaknya memiliki tiga hal strategi pemulihan destinasi pariwisata yakni, pertama pemulihan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) atau kelembagaan, lalu pemulihan destinasi, dan pemasaran.

"Strategi pemulihan ini dilakukan saat masa tanggap darurat selama 14 hari selesai," kata Arief Yahya seperti dilansir Antara, Jumat, 28 Desember 2018.

Arief menjelaskan, yang pertama dipulihkan adalah SDM dan kelembagaannya melalui kegiatan trauma healing untuk masyarakat yang berdomisili dan berusaha di destinasi wisata, termasuk para pekerja di sektor industri pariwisata, seperti pegawai-pegawai hotel, komunitas, dan industri pariwisata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Bagi industri pariwisata, Arief menyadari bahwa mereka kesulitan dalam membayar cicilan, atau tagihan listrik dan air.  "Untuk itu, nanti Kemenpar akan meminta kepada pihak terkait, untuk memberi relaksasi di bidang keuangan, termasuk cicilan ke bank. Itu juga yang kami lakukan di Bali dan Lombok beberapa waktu lalu," ungkap Arief.  

Sementara strategi kedua, pemulihan pemasaran tujuannya adalah menumbuhkan rasa kepercayaan kepada masyarakat untuk berwisata ke pesisir Selat Sunda, terutama ke Pandeglang dan Serang.

"Yang pertama kita lakukan adalah membuat event-event pemerintah. Saya mengundang seluruh Kementerian dan Lembaga, untuk mengadakan event-event di Banten," sambung Arief.

Arief kembali mengatakan, pihaknya akan memulai kegiatan pertama kali pada awal Januari 2019, untuk menggelar rapat koordinasi pemulihan pasca tsunami, lokasinya di salah satu hotel tidak terdampak di kawasan  Anyer.

Arief juga berharap masa pemulihan sendiri akan berlangsung tiga bulan untuk kembali normal. "Recovery harus secepat mungkin. Untuk Anyer dan sekitar saya prediksi satu bulan sudah mulai pulih. Pemerintah yang harus memulai. Karena bila pemerintah sudah masuk, kepercayaan masyarakat sudah tentu ikut," pungkas Arief.


(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi