Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar (Kiri) dan Menteri Lingkungan Hidup Peru Fabiola Marthan Munoz Dobero bertukar cendera mata di sela Konferensi Perubahan Iklim di Katowice, Polandia. Foto: Medcom/Dheri Agriesta
Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar (Kiri) dan Menteri Lingkungan Hidup Peru Fabiola Marthan Munoz Dobero bertukar cendera mata di sela Konferensi Perubahan Iklim di Katowice, Polandia. Foto: Medcom/Dheri Agriesta

Laporan dari Polandia

Peru Ingin Pelajari Pengelolaan Gambut Indonesia

Nasional gambut restorasi lahan gambut
Dheri Agriesta • 11 Desember 2018 22:41
Katowice: Penanganan lahan gambut Indonesia mendapatkan apresiasi dari negara sahabat. Di sela Konferensi Perubahan Iklim di Katowice, Polandia, Menteri Lingkungan Hidup Peru Fabiola Marthan Munoz Dobero bertemu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
 
Pertemuan itu membahas pengelolaan lahan gambut. Peru tertarik mempelajari teknik pengelolaan gambut Indonesia.
 
Siti menyebut Indonesia melakukan sejumlah langkah korektif dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Indonesia belajar banyak dari insiden kebakaran hutan pada 2015.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia membenahi lahan gambut melalui kebijakan tata kelola, pemetaan, melindungi kawasan hidrologis, serta menjaga muka air agar tetap basah.
 
"Kami telah mengembangkan banyak instrumen pengelolaan lahan gambut," kata Siti dalam pertemuan di Katowice, Polandia, Selasa, 11 Desember 2018.
 
Peru Ingin Pelajari Pengelolaan Gambut Indonesia
Menteri Lingkungan Hidup Peru Fabiola Marthan Munoz Dobero (kiri) dan Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar (Kanan) saat menggelar pertemuan di sela Konferensi Perubahan Iklim di Katowice, Polandia. Foto: Medcom/Dheri Agriesta
 
Pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium izin lahan gambut dan hutan primer. Selain itu, Siti juga menyebut Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, hingga penegakan hukum lingkungan secara konsisten.
 
Politikus Partai NasDem itu menjelaskan pengelolaan lahan gambut tak cuma dilakukan pemerintah. Namun juga melibatkan pemangku kepentingan, masyarakat lokal, internasional, dan swasta.
 
"Ini untuk mencegah kebakaran gambut, seperti yang terjadi pada 2015 ketika sekitar 2,6 juta hektare lahan terbakar dan 800 ribu di antaranya ialah lahan gambut," ungkap Siti.
 
Menteri Fabiola terkesan dengan perbaikan tata kelola gambut Indonesia. Ia menyebut tata kelola gambut Indonesia layak dicontoh. "Kami akan belajar banyak tentang pengelolaan gambut di Indonesia, baik dari sisi kebijakan maupun teknis," jelasnya.
 
Dalam pertemuan itu, Siti juga mengajak Peru bergabung dalam International Tropical Peatland Center (ITPC). ITPC didirikan untuk membangun kerja sama lintas sektor dalam pengelolaan gambut dan membangun peningkatan kapasitas.
 

(MBM)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif