Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kanan) berbincang bersama Wakapolri Komjen Budi Gunawan (kiri) usai memberikan santunan kepada keluarga korban teror Thamrin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/1). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kanan) berbincang bersama Wakapolri Komjen Budi Gunawan (kiri) usai memberikan santunan kepada keluarga korban teror Thamrin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/1). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Kapolri Ungkap Tiga Kelompok di Balik Bom Thamrin

Nasional ledakan di sarinah
Meilikhah • 23 Januari 2016 02:25
medcom.id, Jakarta: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akhirnya membuka jaringan teroris yang berperan saat pengeboman dan penembakan di Jalan M.H. Thamrin pada 14 Januari lalu. Badrodin menyebut, ada tiga kelompok yang berperan langsung dan tidak langsung dalam teror tersebut.
 
"Kelompok pertama ini yang langsung terlibat dalam ledakan di Thamrin, di antara jaringannya adalah empat orang yang dinyatakan tewas saat kejadian. Sementara kelompok lainnya tidak secara langsung," kata Badrodin Haiti, saat menyampaikan keterangan pers di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2016).
 
Dari ketiga kelompok tersebut, kata Badrodin, telah ditangkap dan dilakukan penahanan terhadap 18 orang. Sementara satu orang terduga lain yang berinisial EF asal Bogor dikembalikan kepada keluarga lantaran tak punya cukup bukti terkait jaringan teror bom Thamrin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badrodin merinci, kelompok tersebut di antaranya 6 orang terkait bom Thamrin. Mereka yakni seseorang berinisial DS asal Cirebon yang bertugas membeli tabung gas untuk bom di Thamrin, kemudian AH bertugas membeli senjata api, C dan JJ asal Cirebon yang bertugas dalam proses pembuatan bom, serta AM dan F.
 
"Enam orang ini terkait langsung dengan teror bom di Thamrin. Barang bukti yang disita dari TKP, dua senjata api, sisa bom yang belum diledakan, proyektil, dan serpihan bom dari tabung gas," kata Badrodin
 
Sementara untuk kelompok II, Badrodin menyebut masih terkait dengan jaringan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso. Sesuai perkembangan penyidikan, 7 orang yang hendak melakukan misi teroris dan terbukti memiliki senjata api dengan dukungan Santoso ditangkap.
 
"HF menerima transfer dana sebanyak Rp1 miliar dan sudah beberapa kali pengiriman. SF, S, B, WF, dan MFS. Mereka terkait usaha kepemilikan senjata api yang akan digunakan untuk amaliyah (misi teror) dan berhasil disita 9 pucuk senjata api," lanjut Badrodin.
 
Terakhir, kelompok III didapatkan Polri dari bon narapidana yang saat ini masih menghuni lembaga pemasyarakatan. Mereka bertugas mendukung kelompok kedua mendapatkan senjata api untuk menjalankan misi teror dari balik jeruji besi.
 
"Kelompok ketiga AP, EBN, Z, W, KM, dan SA. Kita proses kelompok kedua dan menyita sembilan pucuk senjata api dan tetap dikembalikan ke Lapas untuk menjalani proses hukuman sambil melakukan proses penyidikan," beber Badrodin.
 
Dia menambahkan, penyidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan teroris lain yang belum tertangkap. "Masih kita kejar untuk melengkapi siapa yang terlibat kaitannya dengan jaringan teroris di Thamrin," tutup Badrodin.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif