Sekuel proses gerhana matahari (GMT) di Desa Kalora, Poso Pesisir Utara, Sulawesi TengahGerhana matahari total selama 2 menit 52 detik dimulai pada 08.38 WITA. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang
Sekuel proses gerhana matahari (GMT) di Desa Kalora, Poso Pesisir Utara, Sulawesi TengahGerhana matahari total selama 2 menit 52 detik dimulai pada 08.38 WITA. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

Merayakan Gerhana di Langit Medsos

Nasional gerhana matahari total
Sobih AW Adnan • 09 Maret 2016 15:46
medcom.id, Jakarta: Sepanjang pagi ini masyarakat Indonesia bergembira merayakan kembali mampirnya tamu istimewa. Untuk kali ke dua, Indonesia menjadi salah satu tuan rumah fenomena alam super langka, gerhana matahari total (GMT)
 
Bukan hanya di Belitung, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Sigi dan Tertate warga berbondong-bondong keluar rumah menyaksikan matahari tertutup bulan secara sempurna. Tapi di Jakarta, Surakarta, Medan, Bali, Makassar dan berbagai daerah lain walau gerhana yang tampak adalah sebagian. Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla pun tidak ketinggalan.
 
Merayakan Gerhana di Langit Medsos
Sebagian besar lainnya memilih menyaksikan detik-detik gerhana matahari total dari siaran langsung di layar televisi, Rabu (9/3/2016). Nyatakan fenomena ini juga bisa 'diamati' di media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aneka ragam komentar kekaguman, ungkapan takjub, ajakan sholat sunnah gerhana hingga meme kocak menyemuburat di banyak linimasa berbagai media sosial. Tidak ketinggalan foto-foto hasil jepretan warga tentang proses bulan menutupi matahari yang menakjubkan, serta tingkah polah penonton yang ada-ada saja.
 
Merayakan Gerhana di Langit Medsos
 
Jajaran trending topic terkait GMT sudah 'nangkring' sejak awal pagi. Tak tanggung-tanggung, tanda pagar yang merupakan singkatan berbahasa Indonesia, yakni #GMT2016 menduduki puncak peringkat topic dunia (worldwide).
 
Selain #GMT2016, hashtag #GerhanaMatahariTotal dan #AllahuAkbar juga banyak diakses sebagai penanda di Twitter Indonesia.
 
Perayaan serentak ini sangat berbanding terbalik dengan fenomena GMT 1983 silam. Perbedaan kebijakan pemerintah yang kali ini menganggap GMT sebagai fenomena yang membanggakan membuat suasana semakin berkesan.
 
Kebanggaan dan kegembiraan yang sudah sepantasnya. Menurut prediksi para ahli astronomi, paling cepat pada April 2023 Indonesia kembali akan dilintasi gerhana matahari total. Masalahnya soal usia, kan belum tentu tujuh tahun lagi kita dapat menyaksikan secara langsung seperti hari ini.
 

 

(LHE)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif