medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebut ada 6000 Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki rekening tabungan di luar negeri. Dana tersebut belum tercatat sebagai aset yang dilaporkan dalam SPT tahunan pajak.
"Di satu negara ada rekening lebih dari 6.000 WNI," kata Bambang di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016).
Data tersebut diidentifikasi, melalui pola special purpose vehicle (SPV). Di Indonesia sendiri, kata Bambang, lebih populer menggunakan British Virgin Island. Dari 2000 SPV yang diselidiki, terjaring 6000 WNI berikut bank dan rekeningnya.
"Untuk Indonesia adalah British Virgin Island. Kami sudah identifikasi bahwa baik bank nya maupun rekeningnya. Kemudian ada 2.000 SPV yang terkait dengan 6.000 nama WNI tersebut," jelas Bambang.
Oleh sebab itu, Bambang berharap para WNI tersebut suka rela melaporkan dananya yang tersimpan di luar negeri. Atau mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty) yang digagas pemerintah.
"Kita harapkan tentunya pemilik uangnya dengan suka rela nanti melaporkan atau ikut di dalam program pengampunan pajak nantinya," tandas Bambang.
medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebut ada 6000 Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki rekening tabungan di luar negeri. Dana tersebut belum tercatat sebagai aset yang dilaporkan dalam SPT tahunan pajak.
"Di satu negara ada rekening lebih dari 6.000 WNI," kata Bambang di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016).
Data tersebut diidentifikasi, melalui pola
special purpose vehicle (SPV). Di Indonesia sendiri, kata Bambang, lebih populer menggunakan
British Virgin Island. Dari 2000 SPV yang diselidiki, terjaring 6000 WNI berikut bank dan rekeningnya.
"Untuk Indonesia adalah
British Virgin Island. Kami sudah identifikasi bahwa baik bank nya maupun rekeningnya. Kemudian ada 2.000 SPV yang terkait dengan 6.000 nama WNI tersebut," jelas Bambang.
Oleh sebab itu, Bambang berharap para WNI tersebut suka rela melaporkan dananya yang tersimpan di luar negeri. Atau mengikuti program pengampunan pajak (
tax amnesty) yang digagas pemerintah.
"Kita harapkan tentunya pemilik uangnya dengan suka rela nanti melaporkan atau ikut di dalam program pengampunan pajak nantinya," tandas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)