medcom.id, Jakarta: Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang Soelistyo bergerak pascahilangkotaknya pesawat Aviastar rute Masamba-Makassar. Dia segera terbang ke Makassar.
"Ini saya masih di Bandara Soekarno Hatta, nanti penerbangannya pukul 11.45 malam," kata Soelistyo kepada Metrotvnews.com, Jumat (2/10/2015).
Perwira Tinggi TNI AU berbintang tiga ini ingin memantau langsung perkembangan situasi di lokasi. Dia menjelaskan, anggotanya kini masih menghimpun informasi keberadaan pesawat.
Soelistyo belum bisa berbicara banyak soal peristiwa ini. Dia hanya berharap pesawat dengan nomor penerbangan MV 7503 segera diketahui keberadaannya. "Mudah-mudahan cepat ditemukan," jelas dia.
Pesawat jenis Twin Otter DHC6 milik maskapai penerbangan Aviastar dengan rute penerbangan Masamba-Makasar mengalami hilang kontak, Jum'at sore. Pesawat yang di awaki Pilot Capt. Roy Iriafiradi dengan Kopilot Yudhistira Febby membawa tujuh penumpang yang terdiri dari empat orang dewasa, satu anak-anak dan dua bayi.
Pesawat itu hilang kontak 11 menit setelah take off dari Bandara Andi Djema Masamba, Sulawesi Selatan pada pukul 14.25 WITA. Sebelum hilang kontak, pesawat dengan kapasitas 19 orang itu sempat dua kali memberikan kabar posisi pesawat.
"Mereka sempat mengadakan kontak dengan ATC (Air Trafic Controller) Ujung Pandang Makasar info pada pukul 14.33 WITA pada ketinggian 4500 kaki dan pada 14.36 WITA ketinggian 8000 kaki. Kemudian mereka mengarah ke Makasar. Saat itu kondisi (terbang) normal, tidak ada indikasi gangguan," kata General Manager Comercial Aviastar Mandiri Petrus Budi Prasetyo.
Pesawat itu harusnya melaporkan kembali posisi terbang pada pukul 15.15 WITA. Namun, tidak ada kontak dengan menara pengawas. "Harusnya menyampaikan posisi terakhir pada pukul 15.15 atau sekitar 60 nautical mile dari Makasar tidak terjadi laporan, kemudian terus dikontak menara pengawas dan tidak merespon," ucapnya
Karena tidak ada respon sampai waktu yang ditentukan, Aviastar menyatakan pesawat hilang. Aviastar juga telah berkoordinasi dengan Basarnas dan Sentra Komunikasi (Senkom) Polri setempat untuk mencari keberadaan pesawat.
medcom.id, Jakarta: Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang Soelistyo bergerak pascahilangkotaknya pesawat Aviastar rute Masamba-Makassar. Dia segera terbang ke Makassar.
"Ini saya masih di Bandara Soekarno Hatta, nanti penerbangannya pukul 11.45 malam," kata Soelistyo kepada Metrotvnews.com, Jumat (2/10/2015).
Perwira Tinggi TNI AU berbintang tiga ini ingin memantau langsung perkembangan situasi di lokasi. Dia menjelaskan, anggotanya kini masih menghimpun informasi keberadaan pesawat.
Soelistyo belum bisa berbicara banyak soal peristiwa ini. Dia hanya berharap pesawat dengan nomor penerbangan MV 7503 segera diketahui keberadaannya. "Mudah-mudahan cepat ditemukan," jelas dia.
Pesawat jenis Twin Otter DHC6 milik maskapai penerbangan Aviastar dengan rute penerbangan Masamba-Makasar mengalami hilang kontak, Jum'at sore. Pesawat yang di awaki Pilot Capt. Roy Iriafiradi dengan Kopilot Yudhistira Febby membawa tujuh penumpang yang terdiri dari empat orang dewasa, satu anak-anak dan dua bayi.
Pesawat itu hilang kontak 11 menit setelah
take off dari Bandara Andi Djema Masamba, Sulawesi Selatan pada pukul 14.25 WITA. Sebelum hilang kontak, pesawat dengan kapasitas 19 orang itu sempat dua kali memberikan kabar posisi pesawat.
"Mereka sempat mengadakan kontak dengan ATC (
Air Trafic Controller) Ujung Pandang Makasar info pada pukul 14.33 WITA pada ketinggian 4500 kaki dan pada 14.36 WITA ketinggian 8000 kaki. Kemudian mereka mengarah ke Makasar. Saat itu kondisi (terbang) normal, tidak ada indikasi gangguan," kata General Manager Comercial Aviastar Mandiri Petrus Budi Prasetyo.
Pesawat itu harusnya melaporkan kembali posisi terbang pada pukul 15.15 WITA. Namun, tidak ada kontak dengan menara pengawas. "Harusnya menyampaikan posisi terakhir pada pukul 15.15 atau sekitar 60 nautical mile dari Makasar tidak terjadi laporan, kemudian terus dikontak menara pengawas dan tidak merespon," ucapnya
Karena tidak ada respon sampai waktu yang ditentukan, Aviastar menyatakan pesawat hilang. Aviastar juga telah berkoordinasi dengan Basarnas dan Sentra Komunikasi (Senkom) Polri setempat untuk mencari keberadaan pesawat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)