Calon pembeli sedang mencoba baju seragam sekolah yang dijual di salah satu toko dan konveksi yang berada di Bandar Lampung, Lampung , Minggu, 14 Juni 2020. Foto: Antara/Ardiansyah
Calon pembeli sedang mencoba baju seragam sekolah yang dijual di salah satu toko dan konveksi yang berada di Bandar Lampung, Lampung , Minggu, 14 Juni 2020. Foto: Antara/Ardiansyah

Jokowi: Pandemi Bisa Dimanfaatkan Koreksi Total Dunia Pendidikan

Nasional Jokowi Virus Korona Joko Widodo hari pendidikan nasional presiden joko widodo Nadiem Makarim pandemi covid-19
Antara • 02 Mei 2021 23:54
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pandemi covid-19 tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk maju. Cita-cita bangsa untuk mencapai kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul melalui pendidikan harus terus diupayakan.
 
“Dan kondisi pandemi harus kita manfaatkan untuk mengevaluasi, mengoreksi total dunia pendidikan kita,” kata Presiden dalam siniar (podcast) Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 yang ditayangkan Sekretariat Presiden, Minggu, 2 Mei 2021.
 
Menurut dia, pendidikan berkualitas harus benar-benar dirasakan rakyat dari Sabang sampai Merauke serta dari Miangas sampai Pulau Rote. Di tengah pandemi, tenaga pendidik dan pelajar tidak boleh lagi menggunakan cara-cara lama agar Indonesia tidak tertinggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Presiden Ingin Jaminan Aman Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka
 
“Perlu cara-cara baru, digital, hibrid, dan kita harus cepat adaptasi, harus adaptif, kreatif, dan ada inovasi terus,” kata Jokowi.
 
Dengan sistem hibrid, pembelajaran jarak jauh digulirkan agar pendidikan terus berlanjut sekaligus mencegah penularan covid-19. Namun, ada tantangan yang muncul, yakni memastikan seluruh pembelajaran tersampaikan dengan baik, terutama untuk jenjang pendidikan dasar.
 
“Dan guru dituntut untuk betul-betul kreatif dan inovatif,” kata Presiden.
 
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sependapat dengan Presiden. Beberapa aspek pendidikan, kata dia, perlu dibenahi, yakni kesenjangan digital, akses internet yang tidak merata, dan akses terhadap guru berkualitas yang tidak merata.
 
“Perlu ada perubahan di pendidikan kita,” ungkap Nadiem.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif