Bom Bukan Bahan Lelucon
engumuman larangan bercanda tentang bom terpampang di pintu masuk keberangkatan domestik Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf)
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai candaan bom yang dilakukan penumpang di pesawat bukan usaha yang terorganisasi atau sistematis. Ia meyakini tindakan buruk penumpang tak terkait dengan terorisme.

"Ini bagian dari dinamika masyarakat yang selalu bergurau. Tapi gurauan itu tidak lucu saat dilakukan di pesawat karena biasanya menimbulkan kepanikan. Saya melihat ini tidak ada usaha yang sistematis," ungkapnya, dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 30 Mei 2018.

Meski hanya sebuah keisengan, Budi menilai candaan bom di pesawat tak sepatutnya dilakukan. Ia mengaku prihatin dengan berbagai kasus candaan bom yang berujung pada kondisi penumpang lain yang mengalami cedera dan terluka. 


Ia memastikan meski berlatar belakang iseng atau candaan, Kementerian Perhubungan dan pihak terkait tetap akan memproses pelaku candaan bom secara hukum.

"(Candaan bom) sudah cukup. Penegakan hukum akan tetap dilakukan, kami percaya polisi melakukan proses itu dengan profesional tanpa mendiskreditkan orang tertentu," jelasnya.

Sementara itu Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman menilai selama ini penegakan hukum terhadap pelaku candaan bom tak menimbulkan efek jera. Alih-alih 'bertaubat' hukuman pada pelaku hanya seharga Rp6.000 di atas materai.

"Proses penegakan hukum memang dilakukan, hanya saja selama ini tidak sampai ke pengadilan. Kadang kurang bukti dan sebagainya," kata Gerry.

Gerry mengakui alasan iseng atau hanya candaan memang menjadi senjata ampuh mengelak dari proses hukum. Namun bukan berarti penegakan hukum terhadap pelaku berhenti pada perjanjian hitam di atas putih sebagai pernyataan tak mengulangi perbuatan.

"Saya rasa bisa (sampai ke pengadilan). Bukan berarti dia harus dihukum (dipenjara) tapi harus ada efek jeranya. Kalau hanya seharga materai, kasus serupa akan semakin banyak," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id