BK KRI Torani 860 meneropong proses erupsi Gunung Anak Krakatau saat berlayar di Selat Sunda, Lampung. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
BK KRI Torani 860 meneropong proses erupsi Gunung Anak Krakatau saat berlayar di Selat Sunda, Lampung. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Anak Krakatau dalam Proses Membentuk Tubuh

Nasional Gunung Anak Krakatau
15 Januari 2019 12:00
Jakarta: Ahli vulkanologi Surono menyebut Gunung Anak Krakatau tengah berproses membentuk tubuh. Letusan yang selama ini terjadi merupakan salah satu bagian dalam proses tersebut.
 
"Sekarang ini adalah fase akhir setelah sekian lama terjadi letusan. Inilah Gunung Anak Krakatau muda yang sedang membentuk tubuhnya meskipun di akhir 2018 terjadi longsoran yang mengakibatkan tsunami," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Surono menilai wajar gunung Anak Krakatau kehilangan sebagian tubuhnya setelah beberapa kali mengalami letusan. Banyaknya material vulkanik yang dikeluarkan membawa gunung Anak Krakatau menuju keseimbangan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati sering mengalami letusan, Surono meyakini aktivitas gunung Anak Krakatau cenderung tak menimbulkan tsunami. Peristiwa tsunami yang melanda pesisir Banten dan Lampung pada akhir 2018 terjadi bukan karena letusan melainkan longsoran bawah laut.
 
"Jangan disamakan letusan yang menimbulkan tsunami dengan longsoran yang menyebabkan tsunami. Saya kira untuk menimbulkan tsunami dengan aktivitas Anak Krakatau saat ini kemungkinannya kecil, cenderung dapat dikesampingkan," kata dia.
 
Menurut Surono, sebagai gunung muda, Anak Krakatau memang sudah seharusnya lebih banyak erupsi. Sebabnya, gunung api memang dibentuk oleh material letusannya. Semakin sering erupsi, tubuh gunung Anak Krakatau akan semakin membesar.
 
Dalam hal letusan, Surono mengatakan erupsi gunung Anak Krakatau bukan sesuatu yang perlu ditakutkan. Model letusan gunung Anak Krakatau tak seperti erupsi gunung berapi lainnya yang terjadi dalam tempo singkat dengan kekuatan besar.
 
"(Letusan) Anak Krakatau tidak seperti itu, karena dia sedang proses membentuk tubuh memang harus sering meletus supaya besar dan tinggi. Tsunami akibat letusan bisa dikesampingkan sedangkan dari longsoran Anak Krakatau sudah tidak punya massa lagi, jadi tidak perlu dikhawatirkan," pungkasnya.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi