Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh. Foto: Medcom.id/ M Syahrul Ramadhan,
Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh. Foto: Medcom.id/ M Syahrul Ramadhan,

Sosialisasi Wakaf Dikemas Lebih Menarik Melalui Media Digital

Nasional wakaf
Muhammad Syahrul Ramadhan • 15 Mei 2019 02:48
Jakarta: Sosilisasi wakaf melalui media digital dalam hal ini media sosial dinilai lebih ampuh lantaran langsung mengena ke masyarakat. Sosilisasi menjadi penting karena masyarakat belum mengetahui definisi wakaf.
 
Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh mengatakan saat ini masyarakat mengenal wakaf hanya sebataspada harta tidak bergerak, seperti tanah yang diwakafkan untuk masjid, lembaga pendidikan, dan lahan pemakaman, padahal konsep wakaf sudah berkembang.
 
“Sekarang, wakaf sudah mulai ke uang, saham, deposito, asuransi, bahkan hak property right,” ucapnya dalam Media Gathering dan Bincang Wakaf di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa 14 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, Mantan Menteri Pendidikan ini menilai sosialisasi wakaf melalui teknologi digital bisa dilakukan karena penetrasi internet yang makin besar. Setidaknya saat ini sudah ada 132,7 juta penduduk Indonesia yang telah terkoneksi internet. Dengan begitu, ada peluang bagi Indonesia untuk memperluas ekspansi wakaf.
 
Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy mengatakan di era digital ini sosialisasi wakaf bisa dikemas dengan lebih menarik. Salah satunya dengan membuat trending topik di twitter ataupun menggunakan meme.
 
"Sekali kali kita bikin mim wakaf is the real people power, bikin mim mim seperti itu, wakaf membahagiakan dunia dan akhirat suatu saat membuat lomba bikin mim," kata Musthafa dalam Media Gathering dan Bincang Wakaf, di awasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa 14 Mei 2019.
 
Menurutnya masyarakat harus di bombardir dengan informasi wakaf dengan berbagai cara. Sehingga akan tertanam perlunya wakaf. Dengan cara itu, akan lebih efektif. Tidak hanya sekedar pemberitaan di media.
 
"Itu kita bombardir otak rakyat dengan berbagai cara, dengan berita dengan trending topic. Ini lebih mengena bentuk meme, postingan-postingan di media sosial itu lebih mengena, karena langsung dibaca masyarakat," ujarnya.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif