arga negara asing yang juga pemerhati lingkungan memungut sampah  di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali. ANT/Nyoman Hendra
arga negara asing yang juga pemerhati lingkungan memungut sampah di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali. ANT/Nyoman Hendra

Upaya HM Sampoerna Mengatasi Sampah di Bali

Nasional Tumpukan Sampah Plastik
Eko Nordiansyah • 28 Juli 2019 02:05
Jakarta: PT HM Sampoerna Tbk menginisiasi gerakan untuk membantu pemerintah provinsi Bali mengatasi masalah sampah. Pasalnya, dibutuhkan kerja sama berbagai pihak mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, pemimpin daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum guna menanggulangi masalah sampah di Pulau Dewata.
 
Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna, Ervin Pakpahan mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah Bali. Sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam isu-isu keberlanjutan, Sampoerna senantiasa mengambil langkah nyata untuk berkontribusi dalam penanggulangan sampah.
 
"Sampoerna berharap gerakan sosial ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak khususnya masyarakat luas untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan yang pada akhirnya akan memberikan manfaat baik terhadap mutu kehidupan," kata Ervin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui gerakan sosial bertajuk #SayaAjaBisa dan #PuntungituSampah, Sampoerna bertujuan mengatasi permasalahan sampah puntung rokok yang diinisiasi oleh perusahaan sejak awal 2019. Gerakan ini telah menjangkau beberapa kota di Indonesia, termasuk Tabanan dan Seminyak, Bali.
 
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster menyebut, gerakan ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 yang bertujuan mengurangi limbah sampah plastik hingga 70 persen. Untuk itu, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, dan perlu dukungan dari semua pihak agar tujuan Bali yang lebih bersih dapat tercapai.
 
"Gerakan seperti inilah yang diharapkan pemerintah. Saya bangga dan bahagia sekali dengan adanya gerakan ini. Semua masyarakat perlu terlibat. Kita semua hidup di lingkungan. Jadi, kita harus merawat lingkungan secara bersama-sama," ungkapnya.
 
Sampoerna melakukan sosialisasi gerakan ini dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Tak hanya itu, Sampoerna juga membagi-bagikan kantong portable khusus untuk perokok dewasa yang hadir dalam acara yang merupakan kolaborasi BEDO dengan pihak swasta.
 
Selain sosialisasi, Sampoerna juga mendukung gerakan bersih-bersih pantai yang dilakukan Komunitas Malu Dong di Pantai Sanur. Pada kegiatan tersebut, Komunitas Malu Dong juga meresmikan penempatan sepuluh asbak publik raksasa disertai imbauan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.
 
"Adanya pemasangan asbak besar ini bisa menyelamatkan pantai dari sampah puntung rokok," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I Ketut Adi Wiguna.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif