Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. ANT/Gusti Tanati.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. ANT/Gusti Tanati.

Kapolri dan Panglima akan 'Berkantor' di Papua

Nasional Kerusuhan Manokwari
Candra Yuri Nuralam • 01 September 2019 11:38
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan bertolak ke Papua, Senin, 2 September 2019. Tito dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan turun tangan menangani konflik di Papua dan Papua Barat.
 
"Saya sendiri dengan Bapak Panglima kemungkinan besar besok akan ke sana untuk mengendalikan betul-betul situasi agar terkendali dan melakukan langkah penegakan hukum," tegas Tito di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan Minggu, 1 Agustus 2019.
 
Tito akan 'berkantor' di Papua sekitar seminggu. Ia telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua dan Papua Barat untuk melarang demonstrasi agar tak timbul kericuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sudah perintahkan kepada Kapolda Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat untuk melakukan larangan demonstrasi atau unjuk rasa yang potensial anarkis," ujar Tito.
 
Tito belajar dari kerusuhan 21 dan 22 Mei di Jakarta. Ia tak mau terkecoh dengan embel-embel aksi damai saat berdemonstrasi.
 
"Sama seperti yang saya lakukan pada waktu setelah peristiwa 21, 22, 23 Mei Bawaslu lalu, saya larang untuk melakukan aksi unjuk rasa di Bawaslu, kenapa? Kita toleransi disalahgunakan, ini juga sama ditoleransi disalahgunakan, ya kita tidak mau ini ketertiban publik menjadi taruhannya," jelas Tito.
 
Tito mengeklaim kondisi di Papua dan Papua Barat mulai aman. Ribuan personel gabungan masih bersiaga mengamankan sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat.
 
"Pasukan dari Polri maupun TNI yang sudah turun ke Papua dan Papua Barat itu lebih hampir 6.000 itu ada di Jayapura, Manokwari, Sorong, kemudian di Paniai, Deiyai, Nabire, kemudian di Fakfak, tapi kita stand by-kan juga pesawat dari Polri maupun TNI termasuk helikopter kalau seandainya diperlukan," tutur Tito.
 
Kepolisian mengutamakan penyekatan konflik di Papua. Polisi dan sejumlah tokoh masih berdialog dengan masyarakat.
 
"Banyak pihak termasuk paguyuban dan masyarakat dan masyarakat Papua yang asli juga sudah melakukan banyak dialog," jelas Tito.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif