medcom.id, Tangerang: Polisi telah memastikan bahwa cairan yang ada di paha Putri Marisa Sakina, 13, saat ditemukan tak bernyawa bukanlah sperma milik Rizki alias Buyung. Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKBP Sutarmo menduga cairan tersebut berasal dari organ intim Putri, yang keluar akibat adanya siksaan.
"Ada kemungkinan itu adalah cairan yang karena orang matinya terpaksa. Karena selaput dara Putri masih utuh," ujar Sutarmo kepada Metrotvnews.com, Minggu (28/6/2015).
Namun tegas dia, pihaknya akan terus mendalami cairan tersebut. Pasalnya, sejauh ini belum ada hasil yang pasti terhadap pendeteksian cairan tersebut.
"Cairan itu nanti akan didalami, karena itu hampir tidak terdeteksi," tukasnya.
Kapolres Tangerang Kombes Agus Pranoto sebelumnya menyatakan cairan itu milik Putri sendiri.
"Cairan yang ditemukan pada korban diduga sperma, telah dilakukan uji dua kali, itu milik Putri sendiri," kata Pranoto di Mapolres Tangerang, Sabtu 27 Juni kemarin.
Polisi yakin benar cairan itu milik Putri, sebab pihaknya sudah dua kali menguji DNA terhadap cairan diduga sperma itu.
Pada Minggu 7 Juni 2015 lalu sekitar pukul 15.30 WIB Putri ditemukan tewas dengan leher tergorok di rumahnya, Jalan Mesjid Albaidoh, Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang. Kakak Putri, Rizki alias Buyung juga ikut tergorok lehernya, namun nyawanya selamat.
Hampir tiga pekan penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan Rizki sebagai pelaku tunggal pembunuhan Putri. Kepada polisi, dia mengaku dibisiki jin sehingga tega menggorok leher adiknya sendiri. Setelah menggorok leher adiknya, dia kemudian nekat menggorok lehernya sendiri. Namun, nyawanya terselamatkan. Dia pun dilarikan warga ke RS Bhakti Asih kala itu.
Jumat 12 Juni, Rizki kemudian dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati. Kendati saat itu belum ditetapkan sebagai tersangka, dia diketahui sempat menghuni ruang rawat tahanan di sana.
Beberapa hari terakhir, Rizki juga sempat pindah ruangan ke ruang VIP. Sampai akhirnya, tadi malam dia diperiksa polisi dan lantas mengakui perbuatannya. Polisi pun menetapkan Rizki sebagai pelaku tunggal pembunuhan Putri.
Belakangan diketahui, Rizki tengah belajar ilmu hitam sebulan terakhir. Dia belajar ilmu hitam setelah sebelumnya belajar ilmu bela diri. Sikap Rizki berubah sebulan terakhir, anak usia 15 tahun itu menjadi agak temperamental.
medcom.id, Tangerang: Polisi telah memastikan bahwa cairan yang ada di paha Putri Marisa Sakina, 13, saat ditemukan tak bernyawa bukanlah sperma milik Rizki alias Buyung. Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKBP Sutarmo menduga cairan tersebut berasal dari organ intim Putri, yang keluar akibat adanya siksaan.
"Ada kemungkinan itu adalah cairan yang karena orang matinya terpaksa. Karena selaput dara Putri masih utuh," ujar Sutarmo kepada
Metrotvnews.com, Minggu (28/6/2015).
Namun tegas dia, pihaknya akan terus mendalami cairan tersebut. Pasalnya, sejauh ini belum ada hasil yang pasti terhadap pendeteksian cairan tersebut.
"Cairan itu nanti akan didalami, karena itu hampir tidak terdeteksi," tukasnya.
Kapolres Tangerang Kombes Agus Pranoto sebelumnya menyatakan cairan itu milik Putri sendiri.
"Cairan yang ditemukan pada korban diduga sperma, telah dilakukan uji dua kali, itu milik Putri sendiri," kata Pranoto di Mapolres Tangerang, Sabtu 27 Juni kemarin.
Polisi yakin benar cairan itu milik Putri, sebab pihaknya sudah dua kali menguji DNA terhadap cairan diduga sperma itu.
Pada Minggu 7 Juni 2015 lalu sekitar pukul 15.30 WIB Putri ditemukan tewas dengan leher tergorok di rumahnya, Jalan Mesjid Albaidoh, Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang. Kakak Putri, Rizki alias Buyung juga ikut tergorok lehernya, namun nyawanya selamat.
Hampir tiga pekan penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan Rizki sebagai pelaku tunggal pembunuhan Putri. Kepada polisi, dia mengaku dibisiki jin sehingga tega menggorok leher adiknya sendiri. Setelah menggorok leher adiknya, dia kemudian nekat menggorok lehernya sendiri. Namun, nyawanya terselamatkan. Dia pun dilarikan warga ke RS Bhakti Asih kala itu.
Jumat 12 Juni, Rizki kemudian dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati. Kendati saat itu belum ditetapkan sebagai tersangka, dia diketahui sempat menghuni ruang rawat tahanan di sana.
Beberapa hari terakhir, Rizki juga sempat pindah ruangan ke ruang VIP. Sampai akhirnya, tadi malam dia diperiksa polisi dan lantas mengakui perbuatannya. Polisi pun menetapkan Rizki sebagai pelaku tunggal pembunuhan Putri.
Belakangan diketahui, Rizki tengah belajar ilmu hitam sebulan terakhir. Dia belajar ilmu hitam setelah sebelumnya belajar ilmu bela diri. Sikap Rizki berubah sebulan terakhir, anak usia 15 tahun itu menjadi agak temperamental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)