medcom.id, Jakarta: Sampah menjadi permasalahan yang tidak ada habisnya. Bukannya berkurang, volume sampah di Jakarta malah bertambah.
Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengatakan, rata-rata sampah yang dihasilkan warga DKI Jakarta mencapai 7000 ton. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 6500 ton per hari.
Lagi-lagi, gaya hidup warga DKI lah yang menjadi penyebab utamanya. Ali menuturkan, saban hari, pihaknya harus mengerahkan sekitar 1200 truk untuk mengangkut sampah.
"Banyak banget sampah di Jakarta. Saya sampai gemas," kata Ali kepada Metrotvnews.com, di Kantor Dinas Kebersihan, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (20/10/2016).
Satu truk bisa mengakut enam hingga 12 ton sampah. Ia mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi sampah Ibu Kota, salah satunya dengan program 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recyle.
"Kami pilah sampah mana yang bisa digunakan lagi. Biasanya botol-botol yang bisa dibuat barang-barang kerajinan," tutur dia.
Ali meminta masyarakat untuk berperan aktif mengurangi sampah dengan cara menggunakan tisu, plastik, dan kertas secukupnya. Ia juga meminta masyarakat tidak menyisakan makanan.
"Kalau sisa-sisa makanan dibuang dan dikumpulkan bisa jadi banyak. Itu juga penyebab sampah Jakarta bertambah," ungkap dia.
Dinas Kebersihan juga memiliki program bank sampah. Warga bisa menjual sampah yang bisa didaur ulang ke sana. "Jadi bisa mengurangi beban batargebang," pungkasnya.
medcom.id, Jakarta: Sampah menjadi permasalahan yang tidak ada habisnya. Bukannya berkurang, volume sampah di Jakarta malah bertambah.
Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengatakan, rata-rata sampah yang dihasilkan warga DKI Jakarta mencapai 7000 ton. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 6500 ton per hari.
Lagi-lagi, gaya hidup warga DKI lah yang menjadi penyebab utamanya. Ali menuturkan, saban hari, pihaknya harus mengerahkan sekitar 1200 truk untuk mengangkut sampah.
"Banyak banget sampah di Jakarta. Saya sampai gemas," kata Ali kepada
Metrotvnews.com, di Kantor Dinas Kebersihan, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (20/10/2016).
Satu truk bisa mengakut enam hingga 12 ton sampah. Ia mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi sampah Ibu Kota, salah satunya dengan program 3R, yakni
Reduce, Reuse, dan Recyle.
"Kami pilah sampah mana yang bisa digunakan lagi. Biasanya botol-botol yang bisa dibuat barang-barang kerajinan," tutur dia.
Ali meminta masyarakat untuk berperan aktif mengurangi sampah dengan cara menggunakan tisu, plastik, dan kertas secukupnya. Ia juga meminta masyarakat tidak menyisakan makanan.
"Kalau sisa-sisa makanan dibuang dan dikumpulkan bisa jadi banyak. Itu juga penyebab sampah Jakarta bertambah," ungkap dia.
Dinas Kebersihan juga memiliki program bank sampah. Warga bisa menjual sampah yang bisa didaur ulang ke sana. "Jadi bisa mengurangi beban batargebang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)