Presiden Joko Widodo dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli.
Presiden Joko Widodo dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli.

Keakraban Jokowi dan SBY di Beranda Istana

Achmad Zulfikar Fazli • 09 Maret 2017 14:08
medcom.id, Jakarta: Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Keduanya menggelar pembicaraan tertutup di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
 
Seusai ngobrol di dalam, Jokowi dan SBY lantas beranjak menuju beranda di halaman belakang Istana Merdeka. Mereka tampak akrab. Keduanya berjabat tangan, berpose untuk diabadikan awak media.
 
Jokowi dan Ketua Umum Partai Demokrat itu bersantai di kursi berwarna coklat. Secangkir teh serta makanan ringan berupa singkong dihidangkan untuk kedua pemimpin bangsa.

Mereka asyik berbincang selama. Sesekali  mereka menggerakan tangannya. Pembicaraan keduanya sempat beberapa kali terhenti. Mereka mengambil cangkir dan menyeruput teh yang sudah disediakan.
 
Keakraban Jokowi dan SBY di Beranda Istana
Presiden Joko Widodo berdiskusi bersama Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di beranda Istana Merdeka. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli.
 
Jokowi mengatakan, pertemuan ini sudah direncanakan sebelumnya. Ia mengaku sudah bolak balik menegaskan akan mengatur waktu bertemu dengan SBY. Menurut dia, hari ini waktu yang tepat.
 
"Hari ini alhamdulillah beliau pas juga ada waktu dan beliau juga ada maka kita janjian dan ketemu," kata Jokowi di beranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis 9 Maret 2017.
 
SBY bersyukur akhirnya bisa bertemu dengan Jokowi. Ia teringat sewaktu transisi pemerintahan dari eranya ke era Jokowi. SBY menilai itu merupakan kenangan yang indah.
 
"Tradisi politik yang baik, tentu ini mestinya terus berlanjut di masa yang akan datang. Jadi perasaan saya bersyukur gembira dan ya ini kalau ada klub-klub presiden dan mantan presiden kan baik seperti ini kita bisa berkomunikasi," ujar SBY.
 
Ia senang, Jokowi mau mendengarkan apa yang disampaikannya. Begitu juga sebaliknya. Menurut dia, komunikasi ini untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara.
 
"Ini awal baik karena tidak bisa kalau ada miskomunikasi dan ini harapan kami," ucap dia.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>