Nurul Fahmi di tengah kerabatnya, Rabu (25/1/2017).MTVN/Whisnu Mardiansyah
Nurul Fahmi di tengah kerabatnya, Rabu (25/1/2017).MTVN/Whisnu Mardiansyah

Senyum tak Lagi Pergi dari Nurul

Whisnu Mardiansyah • 25 Januari 2017 17:25
medcom.id, Jakarta: Senyum tak lagi pergi dari Nurul Fahmi. Di kelilingi empat perempuan berkerudung, di rumahnya yang tak terlalu lapang di Jalan Tanah 80, Klender, Jakarta Timur, dia terlihat enjoy memangku anak pertamanya, Hafizah Nurul Laila.
 
Ada rona lega dari raut wajah Nurul, setelah cemas sempat menggelayuti perasaan pemuda yang rajin menghapal Alquran itu. Sebab, dua hari lalu, dia masih mendekam di tahanan Polres Metro Jakarta Selatan.
 
Plong sudah. Nurul tak mau lagi mengulangi perbuatannya. Suami Nur Ainisa itu juga tak akan alfa melapor diri dua kali sepekan ke Mapolres Metro Jaksel.

Siapa Nurul? Dia tak lain tidak bukan pemuda yang membawa dan mengibarkan sang Merah Putih beraksara Arab dan bergambar pedang. Dia diciduk polisi tak lama setelah aksinya ramai di media, juga media sosial.
 
Kepada Metrotvnews.com di rumahnya, Rabu (25/1/2017) siang, Nurul mengaku, sudah empat kali mengibarkan bendera yang sama pada banyak aksi. "Kejadian di 161 (16 Januari 2017 di Mabes Polri-Red) itu sebenarnya aksi keempat," kata Nurul.
 
Nurul pertama membawa dan mengibarkan bendera itu pada aksi Bela Islam II di Istana Negara pada 4 November 2016. Kedua, saat dia beraksi di depan Mapolresta Kota Bekasi, 25 November 2016. Ketiga, di aksi 212 di silang Monas.
 
Nurul tak menyangka aksi di depan Mabes Polri menyisakan nestapa. Padahal, pada tiga aksi sebelumnya, pemuda ini sama sekali tak pernah dicolek meski juga mengibarkan bendera berlafadzkan tauhid di depan polisi.
 
"Sungguh sangat kaget, kok sekarang jadi masalah," ujar Nurul.
 
Nurul menjadi tersangka. Lelaki asal Klender, Jakarta Timur, itu disergap di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis 19 Januari 2017 malam. Seminggu dia ngandang di Mapolres Metro Jakarta Selatan, sebelum Pemimpin Majelis Az-Zikra Muhammad Arifin Ilham datang melepaskannya.
 
"Nurul anak baik," kata Arifin usai meminta penangguhan penahanan dan pasang badan buat Nurul.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>