medcom.id, Jakarta: Sejumlah pemuda terlibat bentrok di kawasan Cipinang Besar Utara Jatinegara, Jakarta Timur Minggu, 1 Mei. Satu orang tewas akibat bentrokan tersebut.
Bentrokan di lokasi yang tepat berada di belakang LP Cipinang itu bukan kali pertama. Wilayah itu juga tersohor sebagai lokasi rawan bentrokan.
Camat Jatinegara, Budi Setiawan tak menampik kalau kawasan Cibesut rawan bentrok. Budi mengatakan pemicu bentrokan yang terjadi kerap tidak jelas.
"Padahal yang berantem juga biasanya saling kenal satu sama lain," kata Budi kepada Metrotvnews.com, Senin (2/5/2016).
Yang Budi tahu, biasanya, pemicu bentrokan lantaran masalah sepele. Saling ejek, sampai akhirnya tersinggung, hingga bentrok. Saling ejek juga kerap terjadi melalui media sosial.
Bentrokan tersebut, biasanya dilakukan oleh para remaja. Para pelaku bentrok mayoritas remaja yang masih duduk di bangku SMA atau SMP.
Bentrokan pemuda di Cibesut lebih marak terjadi saat bulan puasa. Pemicu bentrok biasanya akibat perang petasan usai sahur.
"Hampir setiap hari kalau bulan puasa," jelas Budi.
Budi kembali mengatakan, perangkat daerah setempat juga sudah berupaya melakukan mediasi antara warga yang bentrok. Namun bentrokan tetap masih terjadi.
"Tapi hanya oke pas pertemuan saja. Besoknya, ada ledek-ledekan lagi, ribut lagi mereka," tandas Budi.
medcom.id, Jakarta: Sejumlah pemuda terlibat bentrok di kawasan Cipinang Besar Utara Jatinegara, Jakarta Timur Minggu, 1 Mei. Satu orang tewas akibat bentrokan tersebut.
Bentrokan di lokasi yang tepat berada di belakang LP Cipinang itu bukan kali pertama. Wilayah itu juga tersohor sebagai lokasi rawan bentrokan.
Camat Jatinegara, Budi Setiawan tak menampik kalau kawasan Cibesut rawan bentrok. Budi mengatakan pemicu bentrokan yang terjadi kerap tidak jelas.
"Padahal yang berantem juga biasanya saling kenal satu sama lain," kata Budi kepada Metrotvnews.com, Senin (2/5/2016).
Yang Budi tahu, biasanya, pemicu bentrokan lantaran masalah sepele. Saling ejek, sampai akhirnya tersinggung, hingga bentrok. Saling ejek juga kerap terjadi melalui media sosial.
Bentrokan tersebut, biasanya dilakukan oleh para remaja. Para pelaku bentrok mayoritas remaja yang masih duduk di bangku SMA atau SMP.
Bentrokan pemuda di Cibesut lebih marak terjadi saat bulan puasa. Pemicu bentrok biasanya akibat perang petasan usai sahur.
"Hampir setiap hari kalau bulan puasa," jelas Budi.
Budi kembali mengatakan, perangkat daerah setempat juga sudah berupaya melakukan mediasi antara warga yang bentrok. Namun bentrokan tetap masih terjadi.
"Tapi hanya oke pas pertemuan saja. Besoknya, ada ledek-ledekan lagi, ribut lagi mereka," tandas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)