Gereja St Lidwina/ANT/Andreas Fitri Atmoko
Gereja St Lidwina/ANT/Andreas Fitri Atmoko

Penyerangan Gereja St Lidwina Mencederai Kebersamaan

11 Februari 2018 16:58
Jakarta: Forum Masyarakat Katolik Indonesia-Keuskupan Agung Jakarta (FMKI KAJ) mencatat banyak serangan yang terjadi kepada pemuka agama maupun kegiatan keagamaan, belakangan ini. Ketua Umum FMKI KAJ Yulius Setiarto mengutuk keras kelompok yang melawan hukum dengan tujuan merusak keharmonisan masyarakat.
 
Hari ini, empat orang terluka akibat seorang tak dikenal menyerang Gereja St Lidwina di Bedhog, Yogyakarta.
 
"Bahwa kejadian demi kejadian telah mencederai semangat kebersamaan yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila," tegas Yulius melalui keterangan tertulis, Minggu, 11 Februari 2018.

Baca: Polisi Dalami Motif Penyerangan Gereja St Lidwina
 
Dalam dua pekan terakhir, penyerangan juga terjadi terhadap Kyai Umar Basri. Pimpinan Ponpes Al Hidayah, Santiong, Cicalengka, Jawa Barat, itu diserang pada 27 Januari 2018.
 
Pada 28 Januari 2018, terjadi pembubaran terhadap bakti sosial yang diselenggarakan panitia Gereja Santo Paulus, Bantul, Yogyakarta. Tak lama setelah itu, persekusi dilakukan terhadap pemuka agama Budha Biksu Mulyanto Nurhalim di wilayah Legok, Kabupaten Tangerang;
 
FMKI KAJ menegaskan kejadian tersebut tak bisa dianggap sebagai tindakan yang berdiri sendiri. "Melainkan merupakan upaya sistematis untuk memecah belah persaudaraan sesama anak bangsa," tegas dia.
 
Baca: Polda DIY Janji Usut Tuntas Kasus Penyerangan Gereja St Lidwina
 
Rangkaian kejadian itu, terang Yulius, berhasil menciptakan kondisi yang disebut grey zone scenario. Maximinus mengatakan pemerintah setempat dan aparat tak bertindak tegas.
 
"Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan nyata dari pemerintah maupun lembaga yang berwenang. Apa pun motif dan bentuknya, kami menghimbau pemerintah dan aparat berpedoman pada konstitusi dan hukum yang berlaku untuk segera melakukan upaya nyata demi terciptanya ketertiban dan keamanan di masyarakat," beber dia.
 
Baca: Pelaku Penyerangan Gereja Berstatus Mahasiswa
 
FMKI KAJ juga mengimbau masyarakat tak terpancing upaya adu domba. Warga juga diminta lebih waspada menghadapi hoaks yang marak beredar.
 
Maximinus berharap masyarakat memperkuat rantai keberagaman dan persaudaraan. Hal itu penting sebagai upaya menangkal potensi adu domba.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>