Jakarta: Hari Raya Idulfitri menjadi momen yang paling dinanti umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Namun, sebelum bersilaturahmi dan merayakan kemenangan, ada satu ibadah penting yang dianjurkan untuk dilakukan, yakni salat Id.
Salat Idulfitri memiliki hukum sunah muakkadah atau sangat dianjurkan. Sejak disyariatkan pada tahun kedua Hijriah, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya hingga wafat, dan amalan ini terus dilanjutkan oleh para sahabat.
Waktu dan pelaksanaan salat Id
Secara umum, syarat dan rukun salat Id tidak berbeda dengan salat fardhu lima waktu. Namun, ada beberapa perbedaan teknis yang bersifat sunnah.
Salat Idulfitri dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan diikuti dengan khutbah setelahnya. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dzuhur.
Berbeda dengan Iduladha yang dianjurkan lebih awal, salat Idulfitri justru disunahkan untuk sedikit diakhirkan. Hal ini bertujuan memberi kesempatan bagi umat Islam yang belum menunaikan zakat fitrah.
Jika seseorang berhalangan hadir berjamaah, salat Id tetap bisa dilakukan sendiri di rumah (munfarid).
Niat salat Idulfitri
Sebelum melaksanakan salat Id, umat Islam perlu mengetahui niatnya. Niat ini bisa dilafalkan maupun cukup dihadirkan dalam hati.
Berikut bacaan niat salat Idulfitri:
“Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak'ataini”
Ditambah “imâman” jika menjadi imam, dan “ma'mûman” jika menjadi makmum.
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَ
Artinya: Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.
Perlu diketahui, pelafalan niat bersifat sunnah. Yang terpenting adalah adanya niat dalam hati secara sadar untuk melaksanakan salat Idulfitri.
Tidak ada adzan dan iqamah
Berbeda dengan salat wajib, salat Id tidak didahului adzan maupun iqamah. Sebagai pengganti, cukup dengan seruan:
"ash-shalâtu jâmi‘ah"
Seruan ini bertujuan untuk mengajak jamaah berkumpul dan melaksanakan salat bersama.
Adapun niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk salat Id. Dengan niat yang benar, ibadah yang dilakukan menjadi lebih sah dan bernilai di sisi Allah SWT.
Jakarta:
Hari Raya Idulfitri menjadi momen yang paling dinanti umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Namun, sebelum bersilaturahmi dan merayakan kemenangan, ada satu ibadah penting yang dianjurkan untuk dilakukan, yakni salat Id.
Salat Idulfitri memiliki hukum sunah muakkadah atau sangat dianjurkan. Sejak disyariatkan pada tahun kedua Hijriah, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya hingga wafat, dan amalan ini terus dilanjutkan oleh para sahabat.
Waktu dan pelaksanaan salat Id
Secara umum, syarat dan rukun salat Id tidak berbeda dengan salat fardhu lima waktu. Namun, ada beberapa perbedaan teknis yang bersifat sunnah.
Salat Idulfitri dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan diikuti dengan khutbah setelahnya. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dzuhur.
Berbeda dengan Iduladha yang dianjurkan lebih awal, salat Idulfitri justru disunahkan untuk sedikit diakhirkan. Hal ini bertujuan memberi kesempatan bagi umat Islam yang belum menunaikan zakat fitrah.
Jika seseorang berhalangan hadir berjamaah, salat Id tetap bisa dilakukan sendiri di rumah (munfarid).
Niat salat Idulfitri
Sebelum melaksanakan salat Id, umat Islam perlu mengetahui niatnya. Niat ini bisa dilafalkan maupun cukup dihadirkan dalam hati.
Berikut bacaan niat salat Idulfitri:
“Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak'ataini”
Ditambah “imâman” jika menjadi imam, dan “ma'mûman” jika menjadi makmum.
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَ
Artinya: Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.
Perlu diketahui, pelafalan niat bersifat sunnah. Yang terpenting adalah adanya niat dalam hati secara sadar untuk melaksanakan salat Idulfitri.
Tidak ada adzan dan iqamah
Berbeda dengan salat wajib, salat Id tidak didahului adzan maupun iqamah. Sebagai pengganti, cukup dengan seruan:
"ash-shalâtu jâmi‘ah"
Seruan ini bertujuan untuk mengajak jamaah berkumpul dan melaksanakan salat bersama.
Adapun niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk salat Id. Dengan niat yang benar, ibadah yang dilakukan menjadi lebih sah dan bernilai di sisi Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)