Karhutla. Foto: Medcom.id.
Karhutla. Foto: Medcom.id.

Deteksi Karhutla Pakai Drone, BPBD Kobar Pantau Titik Rawan dari Udara

Arif Wicaksono • 10 September 2026 10:12
Ringkasnya gini..
  • Upaya mendeteksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), kini makin mengandalkan teknologi.
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar memaksimalkan penggunaan drone untuk memantau potensi titik api hingga sebaran asap dari udara.
Pangkalan Bun: Upaya mendeteksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), kini makin mengandalkan teknologi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar memaksimalkan penggunaan drone untuk memantau potensi titik api hingga sebaran asap dari udara.

Teknologi ini digunakan untuk mempercepat deteksi di kawasan yang dinilai rawan karhutla. Salah satunya di KM 18–19 ruas jalan Pangkalan Bun–Kolam.
 
Baca juga: Tangani 77 Karhutla dalam Sebulan, PTBA Andalkan Tim Rescue dan Kolaborasi


Dari udara, tim bisa mendapatkan gambaran kondisi lapangan secara lebih luas dan presisi. Hasil pemantauan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kobar, Pahrul Laji, mengatakan penggunaan drone cukup membantu tim, terutama ketika harus memantau lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Pemantauan drone di KM 18–19 Pangkalan Bun–Kolam kami lakukan untuk memastikan kondisi di lapangan dan mendeteksi secara dini apabila masih terdapat indikasi titik api atau asap. Hasil pantauan ini menjadi bahan bagi tim untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” kata Pahrul dikutip dari infopublik.

Menurut dia, deteksi sedini mungkin menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Semakin cepat titik api atau kepulan asap diketahui, semakin cepat pula tim bisa mengambil tindakan sebelum api meluas.

Karhutla sendiri tidak hanya berpotensi merusak kawasan hutan dan lahan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan.

Karena itu, pemantauan udara akan terus dimaksimalkan di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Teknologi drone menjadi salah satu cara untuk membantu petugas mendapatkan informasi kondisi lapangan dengan lebih cepat.

BPBD Kobar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan melaporkan segera jika melihat titik api maupun kepulan asap di sekitar wilayahnya.

Dengan kombinasi pemantauan teknologi dan kewaspadaan masyarakat, potensi karhutla diharapkan bisa diketahui lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>