PTBA mencatat 61 kejadian terjadi di area tambang, sementara 16 lainnya berada di area non-tambang. Jika dihitung sejak Januari hingga 31 Agustus 2026, total terdapat 96 kejadian Karhutla yang telah ditangani.
Anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID tersebut memperkuat penanganan Karhutla melalui fungsi Accident & Fire Management (A&FM). Tim ini terlibat dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga pemadaman ketika terjadi kondisi darurat.
PTBA Kerahkan Tim dan Peralatan Tangani Karhutla
Penanganan Karhutla di area tambang dilakukan dengan melibatkan sejumlah mitra kerja, yakni PT PAMA, PT SBS, PT PPA, PT AMM, dan PT BAK.Kolaborasi tersebut mencakup pengerahan personel, dukungan sarana dan prasarana, penyediaan peralatan pemadaman, hingga koordinasi operasional di lapangan.
Tak hanya berfokus di area operasional dan wilayah Ring 1, PTBA juga memiliki tim rescue yang tersebar di sejumlah wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan.
Upaya respons cepat juga dilakukan melalui sinergi dalam ekosistem MIND ID. PTBA juga memberikan dukungan penanganan Karhutla kepada PT BAI di Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam dukungan tersebut, perusahaan mengerahkan lima personel untuk membantu penanganan kebakaran di lokasi.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Kesiapan sumber daya, kecepatan respons, dan kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting untuk menghadapi kondisi tersebut.
“PTBA berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons dalam menghadapi Karhutla. Dengan dukungan tim rescue yang tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan, serta sinergi dengan mitra kerja, MIND ID, pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat, kami berupaya memastikan setiap kejadian dapat direspons secara cepat dan terkoordinasi. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab PTBA dalam menjaga keselamatan manusia, aset, dan lingkungan secara berkelanjutan,” jelas Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.
Bambang menekankan, melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan penguatan kapasitas sumber daya, PTBA berupaya meningkatkan kemampuan respons terhadap potensi maupun kejadian Karhutla, sekaligus mendukung perlindungan lingkungan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Upaya tersebut sejalan dengan komitmen PTBA untuk menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, serta kontribusi positif bagi masyarakat,” tutur Bambang.