Konferensi pers pengungkapan kasus copet oleh sindikat asal Jakarta di Mataram, NTB, Selasa (22/11/2021). ANTARA/HO-Humas Polda
Konferensi pers pengungkapan kasus copet oleh sindikat asal Jakarta di Mataram, NTB, Selasa (22/11/2021). ANTARA/HO-Humas Polda

Spesialis Event Internasional, Ini 5 Fakta Sindikat Copet di WSBK Mandalika

Adri Prima • 23 November 2021 20:57
Mataram: Kepolisian meringkus empat orang yang merupakan sindikat copet yang beraksi saat perhelatan kejuaraan World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). 
 
Sindikat copet asal Jakarta ini beraksi dengan sangat terorganisir. Namun aksi mereka berhasil digagalkan petugas pengamanan di WSBK Mandalika.
 
Berikut ini fakta-fakta sindikat copet di WSBK Mandalika.

1. Spesialis event internasional


Polisi menjelaskan mereka memang mengincar event berkelas internasional untuk mencari mangsa. Dari keterangan polisi menyatakan sindikat ini juga pernah mencopet saat berlangsungnya kejuaraan balap internasional di Sirkuit Sepang, Malaysia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi mereka ini sudah spesialis yang melancarkan aksi kalau ada event-event seperti ini (WSBK). Seperti di Sirkuit Sepang Malaysia, Singapura, itu mereka pernah," kata Direktur reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata dikutip dari Antara, Selasa, 23 November 2021. 

2. Aksi copet dilakukan di tribun penonton


Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto mengungkapkan, aksi sindikat copet tersebut terungkap berkat kerja sama pengamanan tim Polri dengan masyarakat. Mereka beraksi di tribun penonton. 
 
"Dari giat pengamanan WSBK kemarin, empat pelaku yang terdiri dari satu pria dan tiga wanita tertangkap melakukan pencurian handphone milik penonton di tribun tiket hijau tosca," ungkap Artanto, Selasa, 23 November 2021. 
 
"Jadi awalnya salah seorang pelaku tertangkap tangan oleh anggota berpakaian preman yang kita sebar di tribun. Jadi satu dapat di TKP (tribun penonton), lainnya tertangkap di Pelabuhan Lembar," terangnya. 

3. Barang bukti sejumlah unit ponsel


Dari hasil penangkapan, aparat menemukan barang bukti berupa empat unit telepon genggam, yakni satu unit merek iPhone dan tiga lainnya bermerek Samsung.
 
"Mereka mendapatkan barang itu saat aksi pada Minggu," ujar Artanto.

4. Para pelaku ada hubungan keluarga


Dirreskrimum Polda NTB Kombes Hari Brata menjelaskan tiga dari empat pelaku masih ada hubungan keluarga. Mereka adalah DC, 45, yang merupakan suami dari LA, 41, bersama anak perempuannya berinisial DA, 24.
 
"Untuk AW, 34, perempuan ini merupakan tetangga mereka di Jakarta," ucap Hari.

5. Masing-masing punya peran berbeda


Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda. Untuk LA, berperan sebagai pemetik. Dia mengambil handphone korban dari dalam tas.
 
Kemudian anak perempuannya, DA, berperan sebagai pengalih perhatian korban. Selanjutnya, AW, berperan menerima barang dari hasil eksekusi LA.
 
"Setelah mendapatkan barang, LA menyerahkan ke DC. Peran dari si bapak membongkar handphone korban, membuang kartu dan membuka kode pengaman," jelas Hari.
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif