Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, mengatakan kebocoran terjadi karena oleh lemahnya sistem keamanan digital Indonesia. Metro TV
Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, mengatakan kebocoran terjadi karena oleh lemahnya sistem keamanan digital Indonesia. Metro TV

Newsline

Data Pribadi Warga Indonesia Diduga Bocor Lagi, Pakar: Permasalahan Tata Kelola

MetroTV • 11 September 2022 20:18
Jakarta: Lagi-lagi kabar kebocoran data kembali ramai di media sosial. Lembaga Riset Siber menyebut puluhan juta data pribadi yang diduga bocor itu karena permasalahan tata kelola.
 
Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, mengatakan kebocoran terjadi karena oleh lemahnya sistem keamanan digital Indonesia. Terutama di pemerintahaan.
 
"Sistem keamanan kita ini terlalu lemah di pemerintahan. Tetapi karena kita tidak memiliki security awareness yang cukup sehingga akhirnya  terjadi seperti ini (kebocoran data)," ungkap Pratama Pratama dalam tayangan Newsline di Metro TV, Minggu 11 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Pratama, masyarakat tak bisa jadi kambing hitam kebocoran data pribadi yang kerap terjadi. Pratama menyebut hal ini tak akan terjadi jika pemerintah memiliki security awareness.
 
 

Baca: Ini Pernyataan Tegas Istana Soal Isu Bocornya Surat dan Dokumen Rahasia Presiden Jokowi


Pratama menyarankan pemerintah segera membuat tim investigasi untuk mengecek seluruh sistem pemerintah. Pratama juga mengimbau pemerintah membuat standar keamanan informasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan siber, terutama mereka yang menyimpan data masyarakat. 
 
Pemerintah didesak segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi yang tak kunjung kelar. Kehadiran beleid ini akan memaksa semua penyelenggara sistem elektronik memperkuat sistem yang mereka miliki.
 
Untuk masyarakat, dia mengimbau seluruh pengguna internet untuk bijak. Masyarakat perlu membatasi data-data yang dapat dibagikan kepada orang lain. (Ainun Kusumaningrum)
 
(SUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif