Jakarta: Pemerintah perlu membuat inovasi yang sistematik dan disruptif untuk mengendalikan atau menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi, serta kejadian stunting. Sebab, itu salah satu parameter kemajuan suatu negara dan bisa berdampak bagi pembangunan generasi yang akan datang.
"Kebijakan perencanaan keluarga (family planning) dan pendidikan kesehatan reproduksi harus dilakukan sejak remaja. Tujuannya, menyadarkan para calon orang tua akan pentingnya memiliki gambaran, dan target untuk membina keluarga yang sehat dan sejahtera di masa datang," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Budi Wiweko, di Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.
Budi mengatakan hakikat perencanaan keluarga ialah kehamilan harus direncanakan, disiapkan, dan dijaga dengan baik. Kebijakan pemerintah tentang vaksinasi kanker mulut rahim dan MMR (measles, mumps, rubella) perlu didorong pada skala lebih luas. Hal itu untuk memproteksi para calon ibu hamil terhadap bahaya penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan bayi di dalam rahim.
"Tiga puluh lima persen kehamilan yang sehat ditentukan juga oleh kualitas sperma yang baik. Karena itu penting sekali perubahan paradigma dalam kesehatan reproduksi laki-laki berperan besar untuk terjadinya kehamilan yang sehat. Issue tentang gender dalam kesehatan reproduksi tidak lagi menjadi domain utama perempuan, melainkan harus didukung oleh kedua pasangan," kata dia.
Menurut Budi, kemajuan teknologi digital, internet of thing (IOT) dan artificial intelligence (AI) berpotensi meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi. Deteksi dini dan pengembangan biomarker nir-invasif juga dapat berdampak signifikan pada layanan kesehatan reproduksi.
"Banyaknya pengguna telepon seluler di Indonesia saat ini (280 juta penduduk) dan pengguna internet (83 juta penduduk), merupakan modal dasar bagi kita untuk mengembangkan program nasional kesehatan reproduksi berbasis teknologi," ujar Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia itu.
Dia mencontohkan semua siswi sekolah dasar dan menengah wajib mencatat siklus haid serta keluhan yang menyertainya ke dalam sistem informasi kesehatan reproduksi nasional. Berbasis siklus haid dapat terdeteksi umur biologis dan kemungkinan penyakit perempuan yang dapat mengganggu kualitas kehamilan, seperti adanya gangguan pematangan sel telur, dan kista coklat.
"Informasi ini dapat menjadi bekal yang sangat berharga dalam pengembangan program perencanaan keluarga demi terwujudnya generasi emas Indonesia," kata dia.
Baca: Pidato Lengkap Visi Indonesia Presiden Jokowi
Budi mengatakan ide dan pemikiran disruptif harus diterjemahkan dengan kecanggihan teknologi. Dengan begitu, memudahkan akses sekaligus mendorong partisipasi masyarakat menciptakan Indonesia reproduksi sehat.
"Hal ini sesuai dengan konsep precision medicine, yaitu 4 Ps, Promotive, Preventive, Predictive, and Participatory, yang dipercaya akan mengakselerasi sehatnya reproduksi Indonesia menuju generasi emas pada tahun 2045. Think big, start small and act now," pungkas dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menekankan akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia. Sebab SDM penting untuk kemajuan Indonesia ke depan.
"Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan dan titik dimulainya SDM dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil, kesehatan bayi, balita, anak sekolah kita. Ini umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan, itu yang harus dijaga betul," kata Jokowi dalam pidato Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Minggu, 14 Juli 2019.
Jokowi mengatakan jangan sampai ada stunting, serta peningkatan kematian ibu dan bayi. "Tugas besar kita ada di situ," kata dia.
Jakarta: Pemerintah perlu membuat inovasi yang sistematik dan disruptif untuk mengendalikan atau menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi, serta kejadian stunting. Sebab, itu salah satu parameter kemajuan suatu negara dan bisa berdampak bagi pembangunan generasi yang akan datang.
"Kebijakan perencanaan keluarga (
family planning) dan pendidikan kesehatan reproduksi harus dilakukan sejak remaja. Tujuannya, menyadarkan para calon orang tua akan pentingnya memiliki gambaran, dan target untuk membina keluarga yang sehat dan sejahtera di masa datang," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Budi Wiweko, di Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.
Budi mengatakan hakikat perencanaan keluarga ialah kehamilan harus direncanakan, disiapkan, dan dijaga dengan baik. Kebijakan pemerintah tentang vaksinasi kanker mulut rahim dan MMR (measles, mumps, rubella) perlu didorong pada skala lebih luas. Hal itu untuk memproteksi para calon ibu hamil terhadap bahaya penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan bayi di dalam rahim.
"Tiga puluh lima persen kehamilan yang sehat ditentukan juga oleh kualitas sperma yang baik. Karena itu penting sekali perubahan paradigma dalam kesehatan reproduksi laki-laki berperan besar untuk terjadinya kehamilan yang sehat.
Issue tentang gender dalam kesehatan reproduksi tidak lagi menjadi domain utama perempuan, melainkan harus didukung oleh kedua pasangan," kata dia.
Menurut Budi, kemajuan teknologi digital,
internet of thing (IOT) dan
artificial intelligence (AI) berpotensi meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi. Deteksi dini dan pengembangan
biomarker nir-invasif juga dapat berdampak signifikan pada layanan kesehatan reproduksi.
"Banyaknya pengguna telepon seluler di Indonesia saat ini (280 juta penduduk) dan pengguna internet (83 juta penduduk), merupakan modal dasar bagi kita untuk mengembangkan program nasional kesehatan reproduksi berbasis teknologi," ujar Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia itu.
Dia mencontohkan semua siswi sekolah dasar dan menengah wajib mencatat siklus haid serta keluhan yang menyertainya ke dalam sistem informasi kesehatan reproduksi nasional. Berbasis siklus haid dapat terdeteksi umur biologis dan kemungkinan penyakit perempuan yang dapat mengganggu kualitas kehamilan, seperti adanya gangguan pematangan sel telur, dan kista coklat.
"Informasi ini dapat menjadi bekal yang sangat berharga dalam pengembangan program perencanaan keluarga demi terwujudnya generasi emas Indonesia," kata dia.
Baca: Pidato Lengkap Visi Indonesia Presiden Jokowi
Budi mengatakan ide dan pemikiran disruptif harus diterjemahkan dengan kecanggihan teknologi. Dengan begitu, memudahkan akses sekaligus mendorong partisipasi masyarakat menciptakan Indonesia reproduksi sehat.
"Hal ini sesuai dengan konsep
precision medicine, yaitu 4 Ps, P
romotive, Preventive, Predictive, and Participatory, yang dipercaya akan mengakselerasi sehatnya reproduksi Indonesia menuju generasi emas pada tahun 2045.
Think big, start small and act now," pungkas dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menekankan akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia. Sebab SDM penting untuk kemajuan Indonesia ke depan.
"Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan dan titik dimulainya SDM dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil, kesehatan bayi, balita, anak sekolah kita. Ini umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan, itu yang harus dijaga betul," kata Jokowi dalam pidato Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Minggu, 14 Juli 2019.
Jokowi mengatakan jangan sampai ada stunting, serta peningkatan kematian ibu dan bayi. "Tugas besar kita ada di situ," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)