Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: Medcom.id/Eko Noordiansyah
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: Medcom.id/Eko Noordiansyah

Nilai Pancasila dan Agama Berjalan Beriringan di Indonesia

Nasional hari lahir pancasila
Eko Nordiansyah • 01 Juni 2019 21:11
Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai ideologi Pancasila sebagai dasar negera tidak berbenturan dengan agama. Justru Pancasila sudah mengakomodasi tujuan beragama yang ada pada sila pertama yaitu, ketuhanan yang maha esa.
 
Menurut dia, Pancasila menjadi dasar masyarakat di Indonesia bisa bernegara. Oleh karena itu, perjalan Pancasila sebagai dasar negara merupakan final, tidak bisa lagi diperdebatkan oleh siapapun.
 
"Misal Pancasila sebagai jalan agama. Kenapa (negara-negara) Timur Tengah banyak gagal jadi negara? Karena orang islam itu sebenarnya paling susah bernegara," kata dia dalam Pidato Pancasila di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu 1 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menyayangkan banyak pihak yang khawatir soal berkembangnya agama sebagai ancaman bagi Pancasila. Padahal keduanya saling berkaitan sehingga tak perlu asa kekhawatiran yang berlebihan.
 
"Seolah negara ini sedang mengalami ancaman berat dari agama. Enggak ada itu. Yang ada agama itu memberi proteksi dan perlindungan pada kita pribadi, kepada negara ini," ungkapnya.
 
Fahri menambahkan sedikit tentang konsep khilafah yang banyak ditakutkan. Menurut dia, hal tersebut merupakan konsep awal bernegara. Pasalnya dalam Alquran tidak ada kewajiban untuk menjadikan negara dengan sistem tertentu, namun khilafah menjadi akarnya.
 
"Itu bentuk kenegaraan, mau jadi kerajaan oke, mau jadi kesultanan oke, mau jadi the new republik oke, atau mau menjadi federasi oke, mau menjadi apapun oke. Khilafah itu artinya pertanggungjawaban kita ini mengurusi sesama," pungkas dia.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif