Ilustrasi--petugas kebersihan mengangkut sampah--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo
Ilustrasi--petugas kebersihan mengangkut sampah--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Konferensi Penanganan Sampah Plastik Digelar di Jakarta

Ilham wibowo • 01 November 2016 15:08
medcom.id, Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Denmark dan World Bank, menyelenggarakan Konferensi Sampah Plastik yang pertama. Acara ini digelar pada 1 hingga 3 November 2016 di Hotel Pullman, Jakarta.
 
Konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian atas bahaya sampah plastik. Rencananya ada 200 peserta dari berbagai sektor yang berhubungan dengan managemen sampah dari dalam dan luar negeri. Selain itu, ahli sampah plastik dunia dan organisasi-organisasi dunia yang konsen terhadap sampah plastik dan pencemaran laut juga akan turut hadir.
 
"Acara konferensi akan berlangsung tiga hari. Hari ini diawali dengan kunjungan dulu, ke Tempat pembuangan Sampah sementara (TPS) Kepulauan Seribu dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang," kata Asisten Deputi Keamanan Ketahanan Maritim Kemenko Maritim Basilio Dias Araujo di pulau Pramuka, Selasa (1/11/2016)

Kunjungan ke tempat pembuangan dan pengolahan sampah tersebut diikuti beberapa orang pembicara dari Denmark dan Amerika Serikat yang juga akan mengikuti konferensi. Menurut Basilio, konferensi ini digagas berawal dari temuan penelitian internasional yang menyebut Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia pembuangan sampah plastik ke laut.
 
Konferensi Penanganan Sampah Plastik Digelar di Jakarta
Asisten Deputi Keamanan Ketahanan Maritim Kemenko Maritim Basilio Dias Araujo--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

 
Penelitian terakhir, kata Basilio, menunjukkan bahwa peredaran sampah plastik di laut di seluruh dunia akan melebihi jumlah ikan di laut pada 2050. Dalam perkiraan secara global, Indonesia akan menghasilkan 1.29 juta ton sampah plastik ke laut setiap tahunnya. Ini membuat Indonesia menjadi negara penghasil sampah plastik di laut terbesar di dunia bersama China, Filipina dan Vietnam.
 
"Kunjungan ini, kita akan menunjukkan bagaimana sampah plastik ini dibuang ke TPA lalu prosesnya seperti apa, di Pulau Seribu juga sama. Apakah sebanyak itu dibuang ke laut, kita tunjukan kepada pembicara," ujar Basilio.
 
Konferensi Penanganan Sampah Plastik Digelar di Jakarta
Ilustrasi--petugas kebersihan mengangkut sampah--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo
 
Selain mengunjungi TPS di Pulau Seribu dan TPA Bantar Gebang, para pembicara juga diajak melihat penanganan beberapa sungai di ibu kota. Kawasan Mangarai misalnya, lanjut Basilio, kondisinya sudah jauh berbeda dibanding lima atau sepluh tahun yang lalu. Pemerintah DKI terus berupaya melakukan pembersihan setiap hari.
 
"Kita perlihatkan, kalau dulu memang banyak sampah plastik. Sekarang sudah bersih sekali dan ada proses pembersihan setiap hari, ada orang yang ditugaskan  terus menjaga," kata Basilio.
 
Agenda utama konferensi sampah plastik ini adalah meningkatkan managemen pengelolaan sampah plastik di pantai, dan laut di Indonesia. Menurut Basilio, setelah dilakukan kunjungan tersebut,  para peneliti dan pembicara diharapkan mendapat pandangan berbeda mengenai masalah Indonesia masa kini. Kemudian teknologi yang ditawarkan juga bisa tepat untuk diaplikasikan di Indonesia.
 
"Selain menjadi pembicara besok akan ada 10 sampai 15 meja expo yang kita minta untuk menaruh teknologi kepada kita. Termasuk kita undang juga LSM lokal yang kita tampilkan upaya proses pengolahan plastik daur ulang," ujarnya.
 
Sebagai negara maritim, peredaran sampah plastik tentu akan berdampak terhadap sektor pariwisata, perkapalan, dan perikanan jika tidak ditanggulangi dengan baik. Penanganan atas pencemaran laut juga membutuhkan biaya yang tinggi. Sebuah studi dari Asia-Pacific Economic Coorperation (APEC) di tahun 2008 memperkirakan biaya untuk mengatasi pencemaran laut adalah sekitar 1.3 Miliar dollar.
 
Indonesia, selama ini aktif berpartisipasi secara global untuk kampanye peningkatan kesadaran dan pengelolaan persoalan sampah plastik di laut, terakhir Indonesia berperan serta dalam Our Oceans Summit di Washington DC, dan APEC High Level Meeting On Marine Litter di Tokyo, September 2016.
 
Kemenko Maritim melalui Marine Plastics Debris Summit ini juga akan menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pengembangan Rencana Aksi Nasional terkait persoalan sampah plastik di laut, dan akan di bawa ke World Oceans Summit di Bali, Februari 2017 mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>