Batulicin: PT Jhonlin Marine Trans (JMT) bekerja sama dengan PT Mandiri Maha Daya menggelar pelatihan Tenaga Kerja pada Ketinggian (TKPK) Level 1 guna meningkatkan kompetensi dan keselamatan kerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaan di area dengan risiko jatuh dari ketinggian.
Seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi pelatihan teori, praktik, dan uji kompetensi berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Juni 2026, di Gedung Jhonlin Office Building (JOB).
Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari 14 personel Building Management (BM) dan satu personel Officer Safety, Health, and Environment (SHE) JMT mengikuti pelatihan tersebut. PT Mandiri Maha Daya bertindak sebagai lembaga pembinaan pelatihan dan konsultasi resmi bidang K3 (PJK3) yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja pada ketinggian. Pada hari pertama, peserta mempelajari karakteristik lantai kerja tetap (fixed working platform) dan lantai kerja tidak tetap (portable working platform), prinsip penerapan faktor bahaya, risiko, dan konsekuensi jatuh dari ketinggian, serta teori dan demonstrasi praktik kerja horizontal maupun vertikal menggunakan struktur bangunan.
Memasuki hari kedua hingga hari keempat, peserta menjalani praktik lapangan yang berfokus pada penerapan teknik kerja aman, penggunaan peralatan akses tali, penggunaan alat pelindung diri, serta simulasi pekerjaan pada ketinggian untuk meningkatkan dan memastikan kesiapan serta kemampuan teknis pekerja.
Pada hari terakhir, peserta menerima materi mengenai peraturan perundang-undangan (code, standard, regulation) keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam pekerjaan pada ketinggian serta mengikuti ujian teori dan praktik yang dilakukan di bawah pengawasan dan evaluasi asesor kompetensi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Satriyo dari Building Management Department JMT mengatakan pelatihan dan sertifikasi TKPK Level 1 yang dilaksanakan saat ini merupakan salah satu bagian dari implementasi kesesuaian(conformance) & kepatuhan(compliance) pada Kebijakan K3LH dan Mutu (QSHE) perusahaan secara berkelanjutan dalam memastikan keselamatan kerja guna mendukung produktivitas dan keberlangsungan bisnis.
Menurutnya, keberadaan Jhonlin Office Building sebagai bangunan gedung bertingkat menuntut tenaga pelaksana yang memiliki kompetensi dan lisensi khusus untuk menjalankan kegiatan preventive dan predictive maintenance secara periodik, termasuk pekerjaan pembersihan (cleaning), pemeriksaan (inspection), dan pengujian (testing) pada bagian facade luar, struktur, serta roof top bangunan. Hal tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan, fungsi, estetika, serta daya guna dan kebermanfaatan gedung beserta fasilitasnya secara menyeluruh.
“Melalui pelatihan ini, kami bertujuan agar peserta yang telah dinyatakan kompeten oleh penguji memiliki kompetensi yang utuh, mencakup sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) yang baik dan benar, serta keterampilan (skill) teknis yang meliputi perencanaan kerja, di antaranya pembuatan JSA (Job Safety Analysis), persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil kerja melalui tahapan tali-temali (kernmantle rope-life line), pembuatan simpul, dan penambatan (anchorage), serta pemahaman mengenai penggunaan peralatan keselamatan kerja pada ketinggian. Hal tersebut penting untuk memastikan seluruh pekerjaan dilakukan secara aman dan efektif,” ujarnya dikutip pada Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi pekerja juga menjadi bagian dari upaya implementasi dalam menerapkan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko (HIRADC) yang telah ditetapkan oleh SHE guna mendukung keberlangsungan bisnis serta menjaga keselamatan pekerja, aset, dan properti yang berada di lingkungan Jhonlin Office Building.
Batulicin: PT Jhonlin Marine Trans (JMT) bekerja sama dengan PT Mandiri Maha Daya menggelar pelatihan Tenaga Kerja pada Ketinggian (TKPK) Level 1 guna meningkatkan kompetensi dan
keselamatan kerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaan di area dengan risiko jatuh dari ketinggian.
Seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi pelatihan teori, praktik, dan uji kompetensi berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Juni 2026, di Gedung Jhonlin Office Building (JOB).
Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari 14 personel Building Management (BM) dan satu personel Officer Safety, Health, and Environment (SHE) JMT mengikuti pelatihan tersebut. PT Mandiri Maha Daya bertindak sebagai lembaga pembinaan pelatihan dan konsultasi resmi bidang K3 (PJK3) yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja pada ketinggian. Pada hari pertama, peserta mempelajari karakteristik lantai kerja tetap (fixed working platform) dan lantai kerja tidak tetap (portable working platform), prinsip penerapan faktor bahaya, risiko, dan konsekuensi jatuh dari ketinggian, serta teori dan demonstrasi praktik kerja horizontal maupun vertikal menggunakan struktur bangunan.
Memasuki hari kedua hingga hari keempat, peserta menjalani praktik lapangan yang berfokus pada penerapan teknik kerja aman, penggunaan peralatan akses tali, penggunaan alat pelindung diri, serta simulasi pekerjaan pada ketinggian untuk meningkatkan dan memastikan kesiapan serta kemampuan teknis pekerja.
Pada hari terakhir, peserta menerima materi mengenai peraturan perundang-undangan (code, standard, regulation) keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam pekerjaan pada ketinggian serta mengikuti ujian teori dan praktik yang dilakukan di bawah pengawasan dan evaluasi asesor kompetensi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Satriyo dari Building Management Department JMT mengatakan pelatihan dan sertifikasi TKPK Level 1 yang dilaksanakan saat ini merupakan salah satu bagian dari implementasi kesesuaian(conformance) & kepatuhan(compliance) pada Kebijakan K3LH dan Mutu (QSHE) perusahaan secara berkelanjutan dalam memastikan keselamatan kerja guna mendukung produktivitas dan keberlangsungan bisnis.
Menurutnya, keberadaan Jhonlin Office Building sebagai bangunan gedung bertingkat menuntut tenaga pelaksana yang memiliki kompetensi dan lisensi khusus untuk menjalankan kegiatan preventive dan predictive maintenance secara periodik, termasuk pekerjaan pembersihan (cleaning), pemeriksaan (inspection), dan pengujian (testing) pada bagian facade luar, struktur, serta roof top bangunan. Hal tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan, fungsi, estetika, serta daya guna dan kebermanfaatan gedung beserta fasilitasnya secara menyeluruh.
“Melalui pelatihan ini, kami bertujuan agar peserta yang telah dinyatakan kompeten oleh penguji memiliki kompetensi yang utuh, mencakup sikap kerja (attitude), pengetahuan (knowledge) yang baik dan benar, serta keterampilan (skill) teknis yang meliputi perencanaan kerja, di antaranya pembuatan JSA (Job Safety Analysis), persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil kerja melalui tahapan tali-temali (kernmantle rope-life line), pembuatan simpul, dan penambatan (anchorage), serta pemahaman mengenai penggunaan peralatan keselamatan kerja pada ketinggian. Hal tersebut penting untuk memastikan seluruh pekerjaan dilakukan secara aman dan efektif,” ujarnya dikutip pada Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi pekerja juga menjadi bagian dari upaya implementasi dalam menerapkan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko (HIRADC) yang telah ditetapkan oleh SHE guna mendukung keberlangsungan bisnis serta menjaga keselamatan pekerja, aset, dan properti yang berada di lingkungan Jhonlin Office Building.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ANN)