Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR 2026. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV
Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR 2026. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV

Generasi Emas 2045 Dimulai dari Isi Piring, Ini Pesan Ketua MPR soal MBG

Annisa ayu artanti • 14 Agustus 2026 13:09
Ringkasnya gini..
  • Ketua MPR menilai program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045.
  • Pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan disebut sebagai investasi jangka panjang agar Indonesia memiliki generasi yang unggul dan kompetitif.
  • Ketua MPR mengingatkan agar pelaksanaan MBG dilakukan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel.
Jakarta: Membangun Generasi Emas 2045 bukan hanya soal menciptakan lapangan kerja, mendorong kemajuan teknologi, atau membangun infrastruktur pendidikan. Fondasi yang tak kalah penting adalah memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dengan asupan makanan bergizi sejak dini.
 
Hal tersebut disoroti Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam pidatonya, Muzani menyoroti perjalanan Indonesia selama 81 tahun merdeka, termasuk berbagai pencapaian sekaligus tantangan yang masih dihadapi masyarakat, salah satunya persoalan pemenuhan gizi.
 
“Masih ada anak-anak kita yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan,” ujar Muzani dalam Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Muzani, persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mempersiapkan generasi penerus bangsa. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu langkah strategis untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.
 
“Dalam kerangka itulah kita memandang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai terobosan dalam mewujudkan Generasi Emas 2045,” jelasnya.

Dari Persoalan Gizi, MBG Dipandang sebagai Terobosan

Berangkat dari persoalan tersebut, Muzani menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai kegiatan membagikan makanan. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
 
“Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan. Ia merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.
 
Pandangan tersebut menempatkan pemenuhan gizi sebagai salah satu fondasi dalam mempersiapkan generasi masa depan. Asupan gizi yang baik sejak dini dinilai penting agar anak memiliki kondisi kesehatan yang mendukung proses belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal.
 
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Sering Jadi Bahan Guyonan, Begini Peran Sebenarnya

Gizi Anak Disebut sebagai Investasi Menuju Generasi Emas 2045

Muzani kemudian mengaitkan pemenuhan gizi dengan cita-cita Indonesia melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan bukan hanya persoalan saat ini, melainkan bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
 
“Adalah mimpi kita semua memiliki anak-anak yang unggul dan bisa bersaing secara kompetitif,” ujarnya.
 
Meski menilai MBG memiliki tujuan strategis, Muzani juga menekankan pentingnya memastikan program tersebut dijalankan dengan tata kelola yang baik. Menurutnya, tujuan yang baik tidak akan cukup tanpa pelaksanaan yang tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
“Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik: tepat sasaran, dan akuntabel,” jelasnya. (Wisa Irena Br Sitepu)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>