Istaka Kalkulasi Kompensasi Korban Penembakan di Papua
Ilustrasi, salah seorang pekerja tengah memperhatikan pengerjaan proyek Multi Years, Hamadi-Holtekamp, Kota Jayapura, Papua. Foto: Antara/Indrayadi.
Jakarta: PT Istaka Karya (Persero) tengah menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan bagi para pekerja yang menjadi korban penembakan di Distrik Yigi, Nduga, Papua. 

Sekretaris Perusahaan Istaka Karya Yudi Kristianto mengatakan, setiap korban memiliki besaran kompensasi yang berbeda. Hal itu dihitung berdasarkan dari pendapatan masing-masing pekerja.

"Kami masih menghitung karena setiap orang pendapatannya berbeda," kata Yudi kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.


Yudi menjelaskan, kompenasi terdiri dari asuransi yang diperhitungkan dari gaji, uang duka, serta uang pemakaman. Untuk asuransi kecelakaan akan mengacu pada beberapa peraturan yang berlaku seperti UU Ketenagakerjaan serta aturan internal perusahaan.

Baca juga: Jokowi: Pembangunan Trans Papua Tak Akan Berhenti

Perusahaan, lanjutnya, juga akan memberikan hak-hak yang terbaik sesuai aturan yang berlaku. Kompensasi akan diberikan secepatnya setelah perhitungan selesai.

"Kami tidak mau menunda-nunda," jelas dia.

Namun demikian, hingga kini pihaknya belum bisa menyebutkan angka pasti terkait jumlah pekerja Istaka Karya yang menjadi korban. Saat ini aparat keamanan tengah melakukan evakuasi dan identifikasi

Sebelumnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua menyerang pekerja proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Nduga, Papua. Usai itu, mereka menyerang pos TNI yang berada di Distrik Mbua, Papua. Pos itu dibangun secara mandiri untuk menjaga para pekerja proyek Trans Papua.

Akibat penyerangan itu, sebanyak 19 pekerja proyek PT Istaka Karya dan satu prajurit TNI tewas.





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id