Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan material vulkanik terlihat dari kawasan Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (4/9/2018). Antara/Atet Dwi Pramadia
Bandarlampung: Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, berstatus waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 40 kali aktivitas kegempaan letusan di Gunung Anak Kratau sepanjang kemarin. 

Seperti dilansir Antara Minggu, 14, Oktober 2018, laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pengamatan Gunung Anak Kratau menyebutkan visual malam teramati sinar api dan aliran lava pijar mengarah ke selatan. Kemudian, terdengar suara dentuman di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini terjadi sepanjang Sabtu, 13 Oktober 2018, pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Sepanjang pengamatan, Gunung Anak Krakatau mengalami aktivitas kegempaan letusan 40 kali dengan amplitudo 10-27 mm, durasi 5-35 detik. Tektonik jauh satu kali, amplitudo 5 mm, S-P tidak terbaca, durasi 43 detik. 


Lalu, Tremor menerus dengan amplitudo tercatat antara 1-6 mm (dominan 1 mm). Sepanjang pengamatan itu, kondisi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur, dan tenggara.

Suhu udara berada antara 25-33 derajat celsius dengan kelembapan udara 57-84 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Visual gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. 

Berdasarkan catatan tersebut, status gunung di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut ini ditetapkan dalam level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id