Promosi yang sempat diunggah akun Instagram Holywings. (Medcom.id/Yona)
Promosi yang sempat diunggah akun Instagram Holywings. (Medcom.id/Yona)

Holywings Bikin Promo Miras Berbau SARA, Ini Motifnya

Patrick Pinaria • 25 Juni 2022 11:34
Jakarta: Dalang di balik kasus penodaan agama yang menjerat salah satu tempat hiburan di Jakarta, Holywings mulai terungkap. Teranyar, polisi menetapkan enam orang tersangka dalam kasus tersebut.
 
Keenam tersangka tersebut di antaranya, EJD, 27, selaku Direktur Kreatif, NDP, 36, selaku Head Tim Promotion, DAD, 27, sebagai desain grafis, EA, 22, selaku admin tim promosi, AAB, 25, selaku sosial media officer, dan AAM, 25, sebagai admin tim promo yang betugas memberikan permintaan ke tim kreatif. 
 
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa keenam tersangka tersebut sebagai saksi atas kasus yang konten promosi minuman keras (miras) gratis dengan nama 'Muhammad-Maria'. Konten tersebut lantas ramai diperbincangkan warganet karena diduga berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beberapa orang tersebut kita naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Ada enam orang yang kita jadikan sebagai tersangka. Semuanya bekerja di Holywings kawasan BSD," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Budhi Herdi dikutip dari Antara pada Jumat, 24 Juni 2022.
 
Budhi pun mengungkap motif dari para tersangka dalam membuat konten tersebut. Menurutnya, para staf Holywings ini beralasan ingin menarik pengunjung datang ke gerai yang kurang pengunjung. 
 
"Mereka membuat konten tersebut untuk menarik pengunjung datang ke gerai khususnya di gerai  yang presentase penjualannya di bawah target 60 persen," lanjutnya.
 
Baca: Kasus Promosi Miras, Direksi dan Karyawan Holywings Jadi Tersangka 
 
Kemudian, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti seperti tangkap layar (screenshot) unggahan akun resmi Holywings, satu unit mesin atau PC komputer, satu buah telepon seluler, satu buah eksternal hardisk dan satu buah laptop.
 
Lebih lanjut, Budhi mengatakan keenam tersangka dijerat pasal berlapis, termasuk pasal tentang penistaan agama. Para tersangka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU RI Tahun 1946 dan Pasal 156 A KUHP dan Pasal 28 ayat 2 UU RI Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
 
Sebelumnya, Holywings Indonesia mengeluarkan promosi pemberian minuman beralkohol secara gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria. Promosi itu berlaku setiap hari Kamis dengan syarat membawa kartu identitas. Promosi itu pun menjadi polemik karena viral di media sosial.
 
Co-founder Holywings Group Ivan Tanjaya mengatakan pihaknya tidak sengaja melakukan promosi minuman beralkohol menggunakan nama Muhammad dan Maria yang diunggah melalui akun media sosial @holywingsindonesia & @holywingsbar pada 22 Juni 2022.
 
"Holywings Indonesia dengan ketulusan yang mendalam meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kekhilafan dan ketidaksengajaan promosi minuman beralkohol menggunakan nama Muhammad dan Maria," kata Ivan.
 
(PAT)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif