Jakarta: Pemerintahan desa saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin kompleks. Administrasi yang padat, kebutuhan layanan publik yang cepat, serta keharusan menyusun kebijakan yang akuntabel, membuat peningkatan kompetensi perangkat desa menjadi kebutuhan mendesak.
Hal lain untuk mendukung peningkatan kompetensi perangkat desa adalah kelengkapan fondasi data. Tanpa fondasi data yang kuat, proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa berisiko tidak tepat sasaran.
Menjawab tantangan tersebut, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap menyelenggarakan “Program Pelatihan dan Studi Banding Perangkat Desa di Desa Sijenggung”. Program ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan data desa, sekaligus memastikan setiap keputusan pembangunan dan anggaran dapat dijalankan secara terukur, transparan, dan relevan dengan kebutuhan warga.
Program ini diikuti oleh para perangkat desa dari Desa Menganti, Karangkandri, dan Slarang. Kegiatannya meliputi pelatihan penggunaan web data desa, yakni pengenalan sistem penyusunan data secara digital; forum group discussion (FGD); serta pembelajaran langsung melalui studi banding ke Desa Sijenggung.
Melalui studi banding ke Desa Sijenggung, peserta mempelajari secara langsung implementasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), termasuk penerapan digitalisasi data desa yang telah terbukti meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi administrasi, serta kemudahan kerja perangkat desa.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas pembelajaran dari studi banding serta penyusunan rencana implementasi digitalisasi data di desa masing-masing.
“Pengelolaan data desa yang baik adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui program ini, kami ingin mendorong desa-desa binaan agar mampu merencanakan pembangunan berbasis data, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan sejalan dengan pencapaian SDGs,” ujar Manager LK3 & CSR PT S2P, Zam Zam Nurjaman dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.
Data desa yang menjadi prioritas dalam program tersebut meliputi data kependudukan (jumlah penduduk, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status sosial ekonomi); data kemiskinan dan kelompok rentan; data potensi ekonomi desa, seperti UMKM, pertanian, peternakan, dan tenaga kerja lokal; data infrastruktur dan lingkungan; serta data layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial, yang terhubung dengan indikator SDGs Desa.
Data-data tersebut sering kali tersebar dan sulit diakses, sehingga dapat menghambat perencanaan. Program pelatihan ini bertujuan membuat data-data tersebut menjadi lebih terstruktur dan dapat langsung dihubungkan dengan proses penganggaran.
Efisiensi administrasi dan penguatan kompetensi aparatur desa
Program ini juga berupaya melakukan peningkatan kompetensi perangkat desa dalam menyederhanakan proses kerja mereka. Para peserta dikenalkan pada alur administrasi yang lebih rapi, dengan dukungan pengelolaan data desa yang sistematis.
Ketika data tersusun dengan baik, proses pelaporan menjadi lebih cepat dan akurat. Hal ini berdampak langsung pada kualitas layanan publik. Selain itu, aparatur desa juga dapat memantau penggunaan anggaran secara berkala dan melakukan evaluasi berbasis indikator yang jelas.
Aspek penting lain dari program ini adalah peningkatan kepercayaan diri aparatur desa. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang data dan administrasi, aparatur desa mampu menjalankan peran secara lebih profesional dan konsisten.
Zam Zam Nurjaman mengatakan lebih lanjut bahwa peningkatan kompetensi perangkat desa bukan hanya investasi jangka pendek, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola desa yang kuat dan adaptif.
“Sebagai bagian dari program CSR, PT S2P berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan pemerintah desa agar mampu berkembang secara mandiri, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Jakarta: Pemerintahan
desa saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin kompleks. Administrasi yang padat, kebutuhan layanan publik yang cepat, serta keharusan menyusun kebijakan yang akuntabel, membuat peningkatan kompetensi perangkat desa menjadi kebutuhan mendesak.
Hal lain untuk mendukung peningkatan kompetensi perangkat desa adalah kelengkapan fondasi data. Tanpa fondasi data yang kuat, proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa berisiko tidak tepat sasaran.
Menjawab tantangan tersebut, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap menyelenggarakan “Program Pelatihan dan Studi Banding Perangkat Desa di Desa Sijenggung”. Program ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan data desa, sekaligus memastikan setiap keputusan pembangunan dan anggaran dapat dijalankan secara terukur, transparan, dan relevan dengan kebutuhan warga.
Program ini diikuti oleh para perangkat desa dari Desa Menganti, Karangkandri, dan Slarang. Kegiatannya meliputi pelatihan penggunaan web data desa, yakni pengenalan sistem penyusunan data secara digital; forum group discussion (FGD); serta pembelajaran langsung melalui studi banding ke Desa Sijenggung.
Melalui studi banding ke Desa Sijenggung, peserta mempelajari secara langsung implementasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), termasuk penerapan digitalisasi data desa yang telah terbukti meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi administrasi, serta kemudahan kerja perangkat desa.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas pembelajaran dari studi banding serta penyusunan rencana implementasi digitalisasi data di desa masing-masing.
“Pengelolaan data desa yang baik adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui program ini, kami ingin mendorong desa-desa binaan agar mampu merencanakan pembangunan berbasis data, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan sejalan dengan pencapaian SDGs,” ujar Manager LK3 & CSR PT S2P, Zam Zam Nurjaman dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.
Data desa yang menjadi prioritas dalam program tersebut meliputi data kependudukan (jumlah penduduk, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status sosial ekonomi); data kemiskinan dan kelompok rentan; data potensi ekonomi desa, seperti UMKM, pertanian, peternakan, dan tenaga kerja lokal; data infrastruktur dan lingkungan; serta data layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial, yang terhubung dengan indikator SDGs Desa.
Data-data tersebut sering kali tersebar dan sulit diakses, sehingga dapat menghambat perencanaan. Program pelatihan ini bertujuan membuat data-data tersebut menjadi lebih terstruktur dan dapat langsung dihubungkan dengan proses penganggaran.
Efisiensi administrasi dan penguatan kompetensi aparatur desa
Program ini juga berupaya melakukan peningkatan kompetensi perangkat desa dalam menyederhanakan proses kerja mereka. Para peserta dikenalkan pada alur administrasi yang lebih rapi, dengan dukungan pengelolaan data desa yang sistematis.
Ketika data tersusun dengan baik, proses pelaporan menjadi lebih cepat dan akurat. Hal ini berdampak langsung pada kualitas layanan publik. Selain itu, aparatur desa juga dapat memantau penggunaan anggaran secara berkala dan melakukan evaluasi berbasis indikator yang jelas.
Aspek penting lain dari program ini adalah peningkatan kepercayaan diri aparatur desa. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang data dan administrasi, aparatur desa mampu menjalankan peran secara lebih profesional dan konsisten.
Zam Zam Nurjaman mengatakan lebih lanjut bahwa peningkatan kompetensi perangkat desa bukan hanya investasi jangka pendek, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola desa yang kuat dan adaptif.
“Sebagai bagian dari program CSR, PT S2P berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan pemerintah desa agar mampu berkembang secara mandiri, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)