Pembangunan halte proyek BRT Bandung (Foto: Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)
Pembangunan halte proyek BRT Bandung (Foto: Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)

Proyek BRT Bandung Picu Kemacetan, Pembangunan Dievaluasi

Annisa ayu artanti • 21 Agustus 2026 20:41
Ringkasnya gini..
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti keluhan warga terkait kemacetan dan pembangunan halte BRT yang dinilai berantakan.
  • Alasan pencurian kerangka besi dari kontraktor disebut Farhan bukan pembenaran atas kondisi proyek BRT.
  • Pembangunan BRT Bandung mencakup 232 titik halte dengan tiga jenis fasilitas pemberhentian.
Jakarta: Pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) Bandung belum lepas dari sorotan warga. Selain memicu keluhan soal kemacetan, kondisi sejumlah area pembangunan yang dinilai berantakan ikut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.



Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tertulis mengenai hasil pengecekan pembangunan BRT. Dalam pengecekan tersebut, keluhan terkait kemacetan disebut sudah terdeteksi sejak 14 Agustus 2026. 



u201cUntuk hasil pengecekan BRT, saya sudah mendapatkan laporan tertulis. Keluhan-keluhan mengenai kemacetan memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu,u201d kata Farhan di Laswi Heritage Bandung, Jumat, 21 Agustus 2026.



Selain kemacetan, kondisi pembangunan yang terlihat berantakan juga menjadi sorotan setelah muncul dalam konten media sosial. Menurut Farhan, salah satu alasan yang disampaikan kontraktor terkait kondisi tersebut adalah adanya pencurian terhadap kerangka besi yang digunakan dalam pembangunan.



Namun, Farhan menilai pencurian tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan kondisi proyek. 



u201cAda satu konten yang menunjukkan kondisi yang berantakan. Salah satu alasan dari para kontraktor adalah karena kerangka besinya dicuri. Tetapi buat saya, itu bukan alasan,u201d tegasnya.

 





 
Baca Juga: Siapkan Operasional BRT, Pemkot Bandung Siapkan Puluhan Miliar
 

BRT Harus Buktikan Manfaat untuk Warga Bandung


Bagi Farhan, penyelesaian pembangunan fisik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek BRT. Moda transportasi tersebut juga harus mampu membuktikan bahwa kehadirannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bandung.



u201cYang paling penting adalah bagaimana BRT ini harus betul-betul membuktikan bersama-sama bahwa BRT memberikan manfaat untuk warga Bandung,u201d ungkap Farhan.



Ia mengakui persepsi masyarakat terhadap BRT saat ini masih cenderung negatif. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat untuk memperbaiki pelaksanaan proyek sekaligus menunjukkan manfaat layanan setelah BRT beroperasi.



Pembangunan halte untuk layanan BRT di Kota Bandung sendiri mencakup 232 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 titik merupakan bus pole atau penanda halte berbentuk tiang, sementara 80 titik berupa small shelter dan empat titik lainnya berupa big shelter. Dengan jumlah titik yang cukup banyak tersebut, penataan selama proses pembangunan menjadi bagian penting agar proyek tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>