Juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

4,5% Pelaku Perjalanan Internasional Positif Covid-19 Saat Masuk Indonesia

Nasional Virus Korona covid-19 Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Penularan covid-19 Pengidap Covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 10 September 2021 18:12
Jakarta: Sebanyak 36.722 pelaku perjalanan internasional masuk ke Indonesia melalui Jakarta selama Agustus 2021. Sebanyak 4,5 persen di antaranya terkonfirmasi terpapar covid-19.
 
"Kami fokus pada lima asal negara kedatangan pelaku perjalanan yang catatan hasil positif covid-19 tinggi setelah sampai ke Indonesia," kata juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat, 10 Setember 2021.
 
Kelima negara tersebut, yakni Arab Saudi sebesar 15 persen, Malaysia sebesar delapan persen, dan Uni Emirat Arab sebesar tiga persen. Kemudian Korea Selatan dan Jepang masing-masing sebesar dua persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenkes juga mencatat ada 7.179 pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia selama 1 hingga 6 September 2021. Sebanyak dua persen di antaranya terkonfirmasi covid-19.
 
Arab Saudi dan Malaysia menjadi negara asal kedatangan dengan catatan hasil positif covid-19 tertinggi. Jumlahnya masing-masing sebesar tujuh persen.
 
Baca: 14.355 Pasien Sembuh, 5.376 Kasus Covid-19 Terdeteksi
 
Negara berikutnya ialah Turki sebesar tiga persen. Kemudian Uni Emirat Arab dan Singapura dengan masing-masing dua persen.
 
Nadia menyebut mereka yang datang dinyatakan positif setelah dilakukan pemeriksaan kembali di pintu masuk kedatangan Indonesia. Meskipun, hasil tes negara kedatangan menyatakan pelaku perjalanan negatif covid-19.
 
"Untuk diketahui pelaku perjalanan luar negeri dari asal negara kedatangan ini bukan berarti mereka adalah warga negara asli negara tersebut," kata dia.
 
Menurut Nadia, pelaku perjalanan bisa saja warga negara asing yang masuk ke Indonesia dari negara kedatangan. Pelaku perjalanan juga bisa warga negara Indonesia (WNI) yang kembali dari negara asal kedatangan.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif