Ilustrasi. Media Indonesia.
Ilustrasi. Media Indonesia.

Pemerintah Diminta Segera Keluarkan Kebijakan Mudik Lebaran

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 26 Maret 2020 04:09
Jakarta: Pemerintah diminta segera mengeluarkan kebijakan soal pelaksanaan mudik Lebaran 2020. Aktivitas mudik dikhawatirkan menjadi sarana penyebaran virus korona (covid-19).
 
Anggota Komisi IX DPR Nabil Haroen mengatakan parlemen telah membahas persoalan ini melalui rapat secara virtual bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo pada Selasa, 24 Maret 2020. Pemerintah hingga sekarang masih menyusun skenario mudik Lebaran.
 
Keputusan akhir diharap mempertimbangkan keselamatan masyarakat. "Kalaupun harus mengambil keputusan meniadakan mudik itu demi keselamatan jiwa masyarakat, maka tidak masalah," kata Nabil kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kemenhub Imbau Masyarakat Tidak Mudik Lebaran
 
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay juga meminta pemerintah tegas dalam memutuskan kebijakan melarang atau memperbolehkan pulang ke kampung halaman. Pemerintah juga diminta mempersiapkan strategi mengantisipasi kelonjakan bahan pokok menjelang Lebaran.
 
"Kalau memang arus mudik dan arus balik susah untuk dikendalikan, maka pemerintah harus tegas, kalau enggak boleh mudik ya sudah enggak boleh mudik," ujarnya.
 
Dalam rapat yang digelar secara virtual, Komisi IX memberikan tenggat waktu hingga 31 Maret 2020, agar pemerintah memberikan keputusan.
 
Sebelumnya, tiga skenario mudik tengah dipertimbangkan pemerintah. Pertama, mudik Lebaran seperti dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.
 
Kedua, meniadakan mudik gratis oleh perusahaan. Ketiga, skenario pelarangan mudik. Ketiga skenario itu akan segera dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif