Jakarta: Kasus covid-19 varian Omicron bertambah 66, sehingga totalnya menjadi 572 kasus. Penambahan kasus tersebut terdiri dari 33 kasus pelaku perjalanan internasional dan 33 orang transmisi lokal.
Menghadapi lonjakan kasus covid-19, Kementerian Kesehatan meningkatkan pelaksanaa testing, tracing, dan treatment (3T). Terutama di daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi.
“Langkah antisipasi penyebaran Omicron telah kita lakukan dengan menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali,” kata Nadia dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 14 Januari 2022.
Untuk testing, Kemenkes telah mendistribusikan kit S-gene target failure (SGTF) ke seluruh labolatorium pembina maupun laboratorium pemerintah. Ia memastikan jumlahnya mencukupi.
Baca: Kasus Covid-19 di 10 Sekolah, Wagub DKI Sebut Belum Ada Urgensi Setop PTM
Kemudian, kapasitas pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dan SGTF juga diupayakan untuk dipercepat, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin. Terkait dengan tracing, Kemenkes akan meningkatkan rasio tracing pada daerah yang jumlah kasus positifnya lebih dari 30 orang untuk mencegah penyebaran yang semakin luas.
Proses tracing akan turut melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat. Selanjutnya untuk treatment, Kemenkes menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat maupun isolasi mendiri untuk kasus gejala ringan dan tanpa gejala.
Sementara untuk gejala sedang dan berat telah disiapkan RS dengan kapasitas tempat tidur yang mencukupi. Dengan demikian, pasien terkonfirmasi bisa menjalani isolasi dengan baik guna memutus mata rantai penularan covid-19.
Nadia mengimbau masyaraka selalu waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, menyegerakan mendapatkan vaksinasi covid-19.
Jakarta:
Kasus covid-19 varian
Omicron bertambah 66, sehingga totalnya menjadi 572 kasus. Penambahan kasus tersebut terdiri dari 33 kasus pelaku perjalanan internasional dan 33 orang transmisi lokal.
Menghadapi lonjakan kasus covid-19,
Kementerian Kesehatan meningkatkan pelaksanaa testing,
tracing, dan
treatment (3T). Terutama di daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi.
“Langkah antisipasi penyebaran Omicron telah kita lakukan dengan menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali,” kata Nadia dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 14 Januari 2022.
Untuk testing, Kemenkes telah mendistribusikan kit
S-gene target failure (SGTF) ke seluruh labolatorium pembina maupun laboratorium pemerintah. Ia memastikan jumlahnya mencukupi.
Baca:
Kasus Covid-19 di 10 Sekolah, Wagub DKI Sebut Belum Ada Urgensi Setop PTM
Kemudian, kapasitas pemeriksaan
polymerase chain reaction (PCR) dan SGTF juga diupayakan untuk dipercepat, sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin. Terkait dengan tracing, Kemenkes akan meningkatkan rasio tracing pada daerah yang jumlah kasus positifnya lebih dari 30 orang untuk mencegah penyebaran yang semakin luas.
Proses
tracing akan turut melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat. Selanjutnya untuk
treatment, Kemenkes menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat maupun isolasi mendiri untuk kasus gejala ringan dan tanpa gejala.
Sementara untuk gejala sedang dan berat telah disiapkan RS dengan kapasitas tempat tidur yang mencukupi. Dengan demikian, pasien terkonfirmasi bisa menjalani isolasi dengan baik guna memutus mata rantai penularan covid-19.
Nadia mengimbau masyaraka selalu waspada dengan disiplin menerapkan
protokol kesehatan. Selain itu, menyegerakan mendapatkan vaksinasi covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)