Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Medcom.id/Sunaholomi
Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Medcom.id/Sunaholomi

Kemenkes Ajak Masyarakat Cegah Hepatitis Akut Lewat Pola Hidup Sehat

Nasional kemenkes Pola Hidup Bersih Sehat pandemi Hepatitis Akut
Antara • 14 Mei 2022 08:01
Jakarta: Juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengajak masyarakat mencegah penularan hepatitis akut yang makin meluas melalui penerapan pola hidup sehat. Kemenkes masih terus memantau perkembangan hepatitis akut untuk mengetahui apakah penularan dapat terjadi kepada orang dewasa.
 
"Kalau orang tua melihat ada anak dengan keluhan mual, muntah, atau mengalami diare segera bawa ke Puskesmas. Jangan menunggu anak terkena kuning dahulu," kata Nadia dalam webinar Jaga Anak dari Hepatitis Akut yang diikuti di Jakarta, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Nadia mengatakan penyebab hepatitis akut muncul belum dapat diketahui. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga masih mengategorikan penyakit hepatitis akut sebagai probable karena belum diketahui jenis virus yang menjadi penyebab penyakit misterius itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data dari Inggris, sekitar 92 persen Adenovirus telah ditemukan kepada anak-anak yang menderita hepatitis akut. Hal tersebut menyebabkan anak mengalami keluhan pada saluran pernapasan maupun saluran cerna.

Penularan dan Vaksinasi

Menurut Nadia, penularan diduga dapat terjadi melalui udara atau droplets. Dia pun mengimbau setiap orang tetap memakai masker dengan baik dan benar.
 
Selain itu, penularan dapat terjadi melalui fecal-oral dari makanan. "Ada juga dugaan hepatitis virus atau Adenovirus yang bermutasi seperti itu, sehingga hanya mengetahui kemungkinan besar selama ini, hepatitis banyak menular melalui fecal-oral, fecal-oral melalui makanan," ujar Nadia.
 
Baca: Penyintas Hepatitis Akut Bisa Tertular Lagi
 
Dia juga mengimbau para orang tua untuk segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat guna melengkapi imunisasi dengan vaksin hepatitis B. Di samping itu, dia menekankan semua pihak harus memahami pentingnya deteksi dini bila anak terlihat terkena gejala dari hepatitis akut, seperti terkena diare, mengalami sakit perut, mata berwarna kuning, air kencing menjadi cokelat, dan feses berwarna pucat.
 
Kantin di sekolah yang akan dibuka juga perlu dipastikan mengelola setiap makanan dan minuman secara bersih dan matang, serta menggunakan sarung tangan bagi yang berjualan makanan.

Pandemi

Bila melihat kecepatan penularan jumlah kasus hepatitis akut sampai saat ini, menurut dia, potensi menjadi pandemi masih sangat kecil sekali. Namun, pemerintah terus mengimbau agar jangan sampai terjadi peningkatan kasus yang menyebabkan kejadian luar biasa di Indonesia.
 
"Selama ini kita sudah ketahui termasuk juga bahwa protokol kesehatan itu tetap harus dijalankan. Pandemi ini belum dinyatakan usai dengan menjalankan protokol kesehatan, kita bisa menghindari hepatitis akut ataupun covid-19. Jadi, tidak perlu panik, terus waspada kalau ada gejala segera bawa anak ke fasilitas kesehatan," ucap Nadia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif