Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab. Metro TV
Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab. Metro TV

Selamat Pagi Indonesia

Puncak Musim Hujan di Indonesia Diprediksi Hingga Februari

Nasional musim hujan BMKG Selamat Pagi Indonesia Hujan Deras bencana hidrometeorologi
MetroTV • 20 Januari 2022 11:32
Jakarta: Curah hujan tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah Tanah Air dilanda bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, dan tanah longsor. Masyarakat diminta mengantisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga Februari.
 
“Hampir seluruh provinsi sedang dalam periode puncak musim hujan antara Januari hingga Februari ini,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Kamis, 20 Januari 2022.
 
BMKG memberikan peringatan dini terkait adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat untuk beberapa hari ke depan. Hampir seluruh provinsi memiliki potensi hujan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk wilayah Sumatra, provinsi terdampak yakni Sumatra Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung. Sementara itu, hampir seluruh Jawa berpotensi hujan sedang hingga lebat. Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga masuk daftar peringatan BMKG.
 
Fachri menyebut untuk wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan bagian barat, berpotensi hujan. Terpantau dalam pengamatan BMKG, hujan berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.
 
Untuk Sulawesi, BMKG mencatat potensi hujan sedang-lebat di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara. Papua Barat dan Papua dalam juga masuk wilayah berpotensi hujan. Khususnya wilayah Papua bagian tengah yang berpotensi hujan sedang-lebat.
 
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga berpotensi hujan sedang-lebat hingga beberapa hari ke depan. Selain curah hujan yang tinggi di wilayah tropis seperti Indonesia, La Nina mendorong curah hujan menjadi semakin tinggi dan diprediksi lebih lama.
 
La Nina merupakan penurunan suhu muka laut (SML) yang berpengaruh pada cuaca hujan.  “Penyebabnya adalah anomali suhu laut di Samudera Pasifik. Ini yang berdampak kepada penambahan uap air, awan-awan hujan yang terjadi di Indonesia,” kata Fachri. (Kaylina Ivani)
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif