Foto: banyuwangikab.go.id
Foto: banyuwangikab.go.id

Digelar Pekan Depan, Tour de Banyuwangi-Ijen Diikuti Pembalap Terbaik

Nasional itdbi banyuwangi banyuwangi
Tri Kurniawan • 23 September 2017 14:08
medcom.id, Jakarta: International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) akan digelar pada Rabu 27 September hingga Sabtu 30 September 2017. Event ini tidak sekadar memadukan olahgara dengan pariwisata, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan masyarakat.
 
Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, pada gelaran keenam ini, pembalap akan melewati jalur sepanjang 533 kilometer. Dari segi teknis balapan, Guntur menyebut, semua sudah siap. Titik-titik yang rusak akibat hujan dan longsor, telah diperbaiki.
 
"Pembalap ada 20 tim, sesuai yang kami inginkan. Sebanyak 15 tim dari luar negeri dan lima tim dari dalam negeri. Tim dari luar negeri cukup berbobot. Tim kontinental yang punya kualitas bagus di Asia, turun di Tour de Banyuwangi-Ijen," kata Guntur kepada Metrotvnews.com, Jumat 22 September 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Guntur, dibandingkan gelaran serupa, kualitas tim pembalap yang mengikuti ITdBI lebih baik. Ia yakin, antusiasme pembalap asing mengikuti ajang ini tak lepas dari terus membaiknya penyelenggaraan, selain hadiahnya juga cukup besar.
 
Kalau tahun-tahun sebelumnya, ITdBI hanya diikuti pembalap-pembalap terbaik dari Asia, kali ini, juara di Tour de Jiro dan Tour de Polandia juga menjadi peserta ITdBI, masuk tim Kuwait. Juara bertahan dari Australia juga akan kembali bertarung untuk menjadi yang terbaik di ITdBI 2017.
 
Lima tim dari Indonesia juga yang terbaik. Melihat latar belakang peserta, Guntur menilai, ITdBI tahun ini akan jauh lebih kompetitif. "Kualitas balapan ini jadi naik," ujarnya.
 
Menurut Guntur, rute ITdBI setiap tahun selalu berbeda. Hanya, ikon finish tetap di Ijen. Perbedaan rute setiap ITdBI merupakan strategi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi agar semua desa dilewati dan dikunjungi wisatawan. Selain itu, perbaikan infrastruktur akan lebih menyeluruh.
 
Digelar Pekan Depan, Tour de Banyuwangi-Ijen Diikuti Pembalap Terbaik
Foto: banyuwangikab.go.id
 
ITdBI tak cuma sekadar ajang kompetisi belaka. Acara tersebut berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Sebelum ada ITdBI, kunjungan wisatawan lokal ke Banyuwangi sekitar 600 ribu, sekarang mencapai 4,5 juta orang. Sedangkan turis mancanegara yang ke Banyuwangi, beberapa tahun lalu hanya 5 ribu, sekarang menembus ratusan ribu.
 
Event ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memasarkan produk mereka. Masyarakat tergerak menjual jasa penginapan, kerajinan tangan, dan makanan. Ekonomi semakin berkembang.
 
Konsolidasi masyarakat juga tercipta. ITdBI menggerakkan seluruh stakeholder, termasuk masyarakat. Salah satunya soal pengamanan jalan yang dilalui pembalap. Selain Babinsa dan hansip, masyarakat juga terlibat.
 
"Jadi ada semangat kebersamaan, gotong-royong. Tanpa disuruh, masyarakat akan keluar sendiri, karena ada rasa memiliki. Ini hal yang sangat penting di saat seperti ini. Kami tidak hanya membangun fisik, tapi juga mental kebersamaan, gotong-royong perlu kita bangkitkan lagi," kata Guntur.
 
Dia mengatakan, di beberapa titik mungkin masih ada pasir atau kerikil bekas perbaikan jalan. Guntur tidak panik, karena sehari sebelum ITdBI dimulai, bukan hanya panitia, masyarakat secara serentak akan membersihkan pasir dan kerikil di sepanjang 533 kilometer lintasan balap.
 

(TRK)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif