Suasana upacara HUT ke-73 RI di Kapal Perang Yos Sudarso. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.
Suasana upacara HUT ke-73 RI di Kapal Perang Yos Sudarso. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.

Merdeka di Perbatasan

Nasional HUT ke-73 RI Merdeka di Perbatasan
Nur Azizah • 17 Agustus 2018 11:48
Batam: "Kepada Bendera Merah Putih, Hormat Senjataaa..." Suara komandan upacara beradu nyaring dengan suara angin yang mencapai 18 knot. Ditambah deru mesin kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Yos Sudarso yang tengah melaju di Selat Singapura.
 
Untungnya, suara Komandan Upacara, Mayor Laut Ahmad Faizal masih terdengar hingga ke buritan. Semua peserta upacara HUT ke 73 RI pun langsung mengikuti perintah.
 
Mereka serentak mengangkat tangan dan meletakkannya tepat di pelipis mata. Seketika suasana menjadi khidmat di detik-detik pengibaran bendera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelan-pelan Sang Saka Merah Putih digerek naik. Tidak ada lantunan Indonesia Raya yang mengiringi pengibaran bendera.
 
"Lagu Indonesia Raya diganti dengan tiupan pluit. Ini yang menjadi ciri khas upacara di laut," kata Komandan KRI Yos Sudarso Kolonel Henry Ballo kepada Medcom.id, di selat Singapura, Batam, Kepulauan Riau, Jumat 17 Agustus 2018
 
Meski tak ada Lagu Indonesia Raya, upacara Kemerdekaan tetap berjalan khusyuk. Puluhan pasang mata menatap tajam saat bendera sampai di ujung tiang KRI Yos Sudarso.
 
Seluruh pasukan hormat ketika bendera ukuran 12 meter itu berkibar di perbatasan Indonesia dan Singapura. Ini menandakan, Indonesia tidak hanya merdeka di darat, tapi juga di laut.
 
Komandan Gugus Keamanan Laut Koormada I Laksamana TNI Dafit Santoso berharap merdeka tidak hanya sebatas kata. Lebih dalam, merdeka berarti berdaulat di tanah, udara, dan laut sendiri.
 
"Kita sudah merdeka, laut kita sudah berdaulat karena kami jaga. Sebagai pemilik kedaulatan Indonesia, kita memiliki hak kedaulatan dan berkedaulatan," ungkapnya.
 
Dafit menegaskan, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesian tak bisa ditawar. NKRI harga mati, tidak ada kata lain.
 
"Bila Pahlawan Yos Sudarso pernah mengatakan, Kobarkan semangat Pertempuran maka artinya saat ini adalah mari menegakkan kedaulatan, hak berdaulat dan hukum di lautan," pungkas perwira bintang satu ini.
 
Upacara HUT ke-73 Republik Indonesian kali ini berbeda dengan sebelumnya. Upacara bendera diadakan di geladak kapal perang Yos Sudarso.
 
Yos Sudarso merupakan Deputy | KSAL yang bertanggung jawab terhadap Operasi Operasi Angkatan Laut pada masa Trikora. Yos gugur dalam Gugus Tugas Patroli di sebelah Timur Kepulauan Aru.
 
Baca: Harapan Jokowi di HUT ke-73 RI
KRI Yos Sudarso 353 dibuat di Galangan NV Koninlijke Maatscappy de Schelde Vlischingen Holland pada 1967 dan diluncurkan pada 1968. Penyerahan kepada Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 01 Nopember 1988.
 
Lalu pada 16 Juni 1987 ditetapkan sebagai Kapal Perang Republik Indonesia dan diberi nama KRI YOS SUDARSO dengan nomor Lambung 353.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif