Stunting Berpotensi Merugikan Negara Rp300 Triliun per Tahun

Nur Azizah 16 September 2018 09:57 WIB
stunting
Stunting Berpotensi Merugikan Negara Rp300 Triliun per Tahun
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menkes Nila Moeloek/Medcom.id/Nur Azizah
Jakarta: Kondisi gagal tumbuh pada anak atau stunting bisa berdampak besar. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kerugian akibat stunting bisa mencapai Rp300 triliun per tahun.

Stunting menghambat perkembangan otak, tumbuh kembang anak, rentan penyakit, hingga menyebabkan anak kurang berprestasi. Mereka yang bertumbuh dalam kondisi itu berpenghasilan 20% lebih rendah dari anak yang tumbuh optimal. Stunting juga bisa menurunkan produk domestik bruto sebesar 30%.

"Apabila ini terus dibiarkan, Investasi apa pun yang dipakai pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia jadi tidak optimal," kata Moeldoko dalam gerakan cegah stunting di Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 16 September 2018.


Baca: Pentingnya Asupan Protein Hewani untuk Mencegah Stunting pada Anak

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ada sekitar sembilan juta anak yang mengalami stunting. Kondisi ini tak hanya terjadi di pelosok dan pedesaan, tapi juga di Ibu Kota.

Di Jakarta, ada sekitar 27% anak mengalami stunting. Umumnya, mereka berada di Kepulauan Seribu.

"Stunting tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin. Stunting juga terjadi pada anak keluarga kaya, di kota maupun di desa," tegas eks Panglima TNI itu.

Baca: Indonesia Dipandang Berkomitmen Kuat Mengatasi Stunting

Moeldoko meminta orang tua memerhatikan gizi anak terutama 1.000 hari pertama kehidupannya. Anak juga harus diberi ASI ekslusif dan rutin dibawa ke Posyandu.

Gerakan cegah stunting ini juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua PKK DKI Jakarta Fery Farhati, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Wagub D.I Yogyakarta Paku Alam.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id