Jembatan Widang Ambruk Diduga Akibat Kelebihan Beban

Dhaifurrakhman Abas 17 April 2018 18:36 WIB
jembatan rubuh
Jembatan Widang Ambruk Diduga Akibat Kelebihan Beban
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto - Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.
Jakarta: Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto menduga Jembatan Widang di Tuban, Jawa Timur ambruk karena kelebihan beban. Hal itu lantaran fondasi jembatan tidak rusak.

"Kalau dilihat fondasinya tidak rusak. Hanya jembatannya saja yang ambrol," kata Arie, kepada pewarta, di Gedung Bina Marga, Jakarta Selatan, Selasa, 17 April 2018.

Jembatan Widang yang mulai difungsikan akhir 1970 tersebut, dirancang bisa menampung beban seberat 45 ton. Namun, saat kejadian berlangsung, tiga unit truk sedang melintasi jembatan. 


Dia memperkirakan beban ketiga truk seberat 120 ton. Walhasil konstruksi jembatan tak kuasa menahan beban yang melintas hingga akhirnya jembatan ambrol dan tiga truk terjun ke sungai. 

(Baca juga: Jembatan Widang Diduga tidak Dirawat)

"Data yang ada tiga. Dua truk berisi pasir dan satu limbah smelter. Kita sering temukan truk pasir ini selalu mengangkut  beban yang berlebih," beber dia.

Meski demikian, dia menyebut, akan menurunkan jajarannya untuk menginvestigasi penyebab ambrolnya jembatan tersebut. Hasil investigasi berguna untuk menindaklanjuti perbaikan konstruksi jembatan.

"Jadi kami sudah mengirim tim Dirjen Bina Marga ke lapangan untuk evaluasi cepat penyebab keruntuhan kemudian juga melihat bagaimana kita bisa perbaiki secara cepat. Target kita sebelum lebaran sudah bisa beroperasi lagi," tandas dia. 







(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id