Sukhoi. Dok;AFP.
Sukhoi. Dok;AFP.

Imbal Dagang Pembelian Sukhoi Tunggu Persetujaan Mendag

Candra Yuri Nuralam • 13 Juni 2019 01:23
Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan saat ini, rencana imbal dagang pembelian 11 pesawat Sukhoi dari Rusia tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Perdagangan. Segala persyaratan di Kementerian Pertahanan sudah selesai.
 
"Begini ya, kalau antara saya dengan publik sudah selesai. Sudah tanda tangan kontrak, yang belum kementerian perdagangan," kata Ryamizard di Gedung A.H Nasution Kementerian Pertahanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu 12 Juni 2019.
 
Baca Juga: Produk Mayora Diselipkan dalam Pembelian Sukhoi Su-35

Menhan menjelaskan proses imbal dagang pembelian Sukhoi butuh persetujuan lintas kementerian. Kewenangan jenis komoditas pertanian Indonesia yang akan ditukar ada di Menteri Perdagangan. 
 
"Ini kan juga pakai uang imbal dagang 50 persen, artinya kita jual karet kelapa sawit dan lain-lain ini yang belum selesai," ujar Ryamizard. 
 
Menhan mengatakan, kesepakatan imbal dagang dengan Pemerintah Rusia hampir rampung. Namun, prosesnya agak sedikit terhambat di Kementerian Perdagangan.
 
"Kalau saya sudah salaman dan tanda tangan. Tinggal nunggu keduanya, imbal dagang selesai. selesai sudah, tinggal salaman," tutur Menhan.
 
Ryamizard tak tahu kesekapakatan imbal dagang Sukhoi masih belum disetujui Menteri Perdagangan. "Enggak tau (progres kementerian perdagangan) kalau saya baik-baik saja, sudah selesai," tandasnya.
 
Kemenhan berencana melakukan barter hasil perkebunan dengan sebelas pesawat tempur Su-35. Kontrak perdagangan ini senilai USD 1,14 miliar atau setara dengan Rp 15,16 triliun.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>