Kepala BPOM Penny Lukito. ANT/Fikri Yusuf.
Kepala BPOM Penny Lukito. ANT/Fikri Yusuf.

BPOM Uji 67 Merek Obat Mengandung Ranitidin

Nasional BPOM tarik ranitidin
Faisal Abdalla • 11 Oktober 2019 13:22
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menguji 67 merek obat mengandung Ranitidin. Hal ini menyusul temuan cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat tukak lambung dan tukak usus tersebut.
 
"Ada 67 brand obat dari zat aktif Ranitidin," kata Ketua BPOM Penny Kusumastuti Lukito di Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
BPOM telah menguji 10 merek. Hasilnya, enam dari 10 merek itu positif mengandung zat aktif Ranitidin yang terkontaminasi cemaran NDMA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penny meminta masyarakat tak perlu panik. BPOM telah menerbitkan edaran kepada industri farmasi dan pemegang izin edar produk untuk menarik seluruh produk yang diduga mengandung cemaran NDMA.
 
Beberapa pelaku industri farmasi juga sudah melakukan pengujian mandiri dan secara sukarela menarik produknya. BPOM akan terus menarik dan menguji sampel produk Ranitidin.
 
"Untuk sementara, Ranitidin ditarik dari peredaran sampai waktu yang akan kita putuskan nanti bersama tim ahli dari profesional terkait," ujarnya.
 
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Nurul Falah juga sudah memerintahkan apoteker di industri farmasi membantu proses penarikan Ranitidin. IAI juga memerintahkan apoteker di industri pelayanan medis untuk tidak memberikan Ranitidin kepada pasien.
 
"Kami sudah perintahkan untuk menarik yang ada di dalam pelayanan medis, termasuk di Rumah Sakit, instalasi farmasi, apotek, klinik, dan puskemas," ujarnya.
 
Cemaran NDMA adalah unsur kimia yang bersifat karsinogen. Senyawa itu dapat memicu kanker apabila dikonsumsi dalam jumlah dan jangka waktu tertentu.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif