Jembatan penghubung Kota Padang dengan Bukittinggi putus akibat jembatan Batang Kalu di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, ambruk, Senin, 10 Desember 2018. Antara Foto/Iggoy el Fitra/Muhammad Arif Pribadi.
Jembatan penghubung Kota Padang dengan Bukittinggi putus akibat jembatan Batang Kalu di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, ambruk, Senin, 10 Desember 2018. Antara Foto/Iggoy el Fitra/Muhammad Arif Pribadi.

Pemerintahan Jokowi Bangun Jembatan Sementara Padang-Bukit Tinggi

Nasional jembatan rubuh
K. Yudha Wirakusuma • 14 Desember 2018 22:44
Jakarta:Pemerintah melalui Kementerian PUPR tengah melakukan pemasangan jembatan sementara sepanjang 36 meter di jalur Padang-Bukittinggi. Jembatan sementara ini akan selesai dalam waktu lima sampai tujuh hari.
 
"Hitungannya memang harus cepat, karena jalur ini adalah jalur paling vital di Sumatera Barat. Padang-Bukittinggi adalah urat nadi ekonomi dan pergerakan manusia dan barang, menghubungkan dua kota terpenting di provinsi ini," kata Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden (KSP), Alois Wisnuhardana, Jumat, 14 Desember 2018.
 
Baca:Menteri PUPR Jamin Jembatan Batang Kula Padang Besok Bisa Dilalui

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikebutnya pengerjaan tersebut diharapkan aktivitas masyarakat sekitar dapat kembali normal.
"Bayangkan, satu jembatan ini putus, masyarakat Minang harus memutar jalan dengan jarak 3-4 kali lipat lebih jauh jika hendak bepergian dari atau menuju Padang-Bukittinggi. Pilihannya adalah melalui pesisir pantai barat di Pariaman, atau memutar ke timur melewati Danau Singkarak," kata dia.
 
Menurut dia, pembangunan sementara jembatan tersebut sebagai wujud pemerintahan Jokowi yang pro terhadap rakyat.
 
"Jangan tanya waktu tempuhnya. Jangan tanya pula biaya ekstra yang harus dikeluarkan. Jangan tanya pula jika Pemerintah bergerak lambat tak segera membuat jembatan sementara," ujar Alois.
 
Menurut Alois, jarak Padang-Bukittinggi sebenarnya kira-kira 90 km saja. Normalnya, dapat ditempuh dalam waktu kurang dari tiga jam. Dalam kondisi darurat, tambahnya, jarak yang bisa ditempuh sekitar 250-300 kilometer memutar. "Memang ada jalur tikus yang lebih singkat, tapi pasti bukan untuk kendaraan berukuran besar," katanya.
 
Dia berharap, kehadiran jembatan sementara berupa jembatan rangka baja tersebut dapat membuka kembali lalu lintas Kota Padang–Bukittinggi yang sebelumnya terputus."Ini juga bisa menekan biaya ekstra yang harus dikeluarkan warga dalam kondisi darurat dan sementara," imbuhnya.
 
Sebelumnya jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi putus akibat jembatan Batang Kalu di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman ambruk.
 
"Jalur itu tidak bisa dilewati dari kedua arah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Budi Mulya.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif