Menhan: Tidak Ada Negosiasi dengan KKB Papua
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018). Foto: MI/Susanto
Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan tak akan berkompromi dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua. Mereka diminta menyerah atau aparat keamanan segera mengambil langkah tegas.

"Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja," kata Ryamizard di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Desember 2018.

Menurut Ryamizard, kelompok bersenjata di Papua tidak lagi bisa diklasifikasikan sebagai kelompok kriminal. Melainkan mengarah ke gerakan insurgensi atau pemberontakan.


"Ya kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia. Itu kan memberontak bukan kriminal lagi. Penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya polisi," kata Ryamizard.

Mantan Pangkostrad itu menduga pelaku penembakan pekerja proyek dilakukan kelompok lama yang sudah diburu aparat. Aparat keamanan Indonesia segera bergerak dan bertindak.

"Ya itu-itu juga orangnya," ucapnya.

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga membantai sejumlah pekerja di Distrik Yigi, Nduga, Papua. Dilaporkan, 31 orang tewas akibat serangan ini.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengaku telah mendapatkan kabar itu. Namun, tim yang ditugaskan belum bisa mencapai lokasi karena jarak yang cukup jauh dari Jayapura.

"Kemarin sore kami tunda untuk masuk ke lokasi. Dari Jayapura ke distrik itu sekitar enam jam dan jalan diblokir oleh kelompok tersebut," kata Kamal dalam Metro Pagi Metro TV, Selasa, 4 Desember 2018.

Serangan terjadi pada Sabtu, 1 Desember 2018 dan Minggu, 2 Desember 2018. Setidaknya 24 orang dikabar tewas dalam serangan pertama terhadap pekerja dari PT Istaka Karya itu.

Pada serangan pertama itu, delapan pekerja berhasil kabur menyelamatkan diri ke rumah warga. Namun, anggota KKB berhasil menemukan mereka dan membantai mereka. Dari delapan korban itu, satu jenazah masih belum ditemukan.

"Delapan orang yang menyelamatkan diri ini sembunyi di rumah warga. Namun keberadaan mereka diketahui kelompok bersenjata. Mereka diambil paksa dan dibantai," ungkapnya.



(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id