Survei yang melibatkan 1.036 responden di delapan pasar Asia ini menunjukkan bahwa tren wisata berkelanjutan semakin mendapat perhatian di kawasan Asia. Lebih dari tiga dari empat wisatawan Asia (77%) kini mempertimbangkan aspek keberlanjutan saat merencanakan dan memesan perjalanan, meningkat dari 68% tahun lalu.
Thailand memimpin dengan 95% wisatawan memprioritaskan keberlanjutan, diikuti oleh Indonesia sebesar 93%, India 88%, Malaysia 88%, dan Taiwan 83%. Sementara itu, 97% responden dari indonesia mengatakan wisata berkelanjutan akan semakin penting dalam tiga tahun mendatang.
| Baca juga: Wisatawan Indonesia Masuk 8 Besar Pencinta Kuliner di Asia |
Misi dan Dampak terhadap Komunitas Jadi Motivasi Utama Wisata Berkelanjutan
Ketika ditanya hasil atau dampak apa yang paling penting dari perjalanan yang lebih berkelanjutan, wisatawan menempatkan dampak langsung bagi komunitas sebagai prioritas utama.Hampir setengah (43%) wisatawan Indonesia ingin memastikan pengeluaran yang mereka alokasikan untuk wisata dapat memberi manfaat bagi masyarakat lokal, persentase tertinggi dalam survei ini.
Hal tersebut diikuti oleh keinginan untuk membangun koneksi yang lebih mendalam dengan destinasi yang dikunjungi (27%), serta upaya melestarikan alam dan satwa liar untuk masa depan (20%).
| Baca juga: 5 Destinasi Favorit Musim Hujan di Indonesia untuk Pengalaman Wisata Unik |
Wisatawan Ingin Pengalaman Berkelanjutan dan Perlindungan Lingkungan
Wisatawan menunjukkan minat yang jelas pada pengalaman perjalanan yang menggabungkan kesenangan dengan dampak positif.Program yang memungkinkan wisatawan berkontribusi langsung pada pelestarian alam dan komunitas lokal menempati peringkat pertama di kalangan wisatawan Indonesia (37%), sekaligus menjadi persentase tertinggi di antara pasar yang disurvei.
Di peringkat kedua adalah tur dan pengalaman yang mendukung perlindungan lingkungan sekaligus memberdayakan komunitas lokal (27%). Diikuti pilihan transportasi dengan jejak lingkungan yang lebih rendah (20%), serta akomodasi dengan sertifikasi keberlanjutan yang diakui (17%).
Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja Dipandang sebagai Dampak Terbesar
Hampir tiga perempat wisatawan Indonesia (67%), tertinggi di antara responden di delapan pasar, percaya bahwa destinasi yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bagi usaha lokal.Sementara itu, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat (13%) dipandang sebagai dampak terbesar berikutnya. Persepsi ini berada di atas manfaat potensial lainnya seperti pengembangan atau peningkatan infrastruktur lokal, pertukaran budaya yang lebih luas, serta dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi lokal.
| Baca juga: Bandar Lampung Catat Pertumbuhan Wisatawan Mancanegara Tercepat, Garut Ungguli Domestik |
Eco Deals: Program Kerja Sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF)
Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, menyoroti bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui cara mereka berwisata. Kesadaran ini tercermin dari upaya wisatawan untuk tetap menjaga kelestarian alam, komunitas lokal, hingga tradisi di setiap destinasi yang dikunjungi.“Di Agoda, kami menjembatani kebutuhan tersebut melalui program Eco Deals, yang memungkinkan wisatawan mendukung upaya konservasi satwa liar dan perlindungan habitat di seluruh destinasi Asia sekaligus mendapatkan penawaran terbaik untuk liburan mereka,” ujar Gede Gunawan.
Bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF), program Eco Deals Agoda memungkinkan wisatawan di seluruh Asia membuat pilihan perjalanan yang lebih sadar lingkungan dan berkontribusi pada upaya konservasi, sehingga perjalanan sehari-hari dapat memberikan dampak positif.
Program tahun ini menandai komitmen pendanaan terbesar Agoda, yakni sebesar USD 1,5 juta untuk mendukung berbagai proyek konservasi WWF di 10 pasar. Eco Deals juga menawarkan promo sampai 18 Desember, sementara platform menyumbangkan USD1 kepada WWF untuk setiap pemesanan yang selesai melalui program ini di properti yang berpartisipasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News