medcom.id, Houston: Federation Bureau Investigation atau FBI tengah menelusuri kasus pedofilia yang melibatkan mantan guru Jakarta International School (JIS), Williams James Vahey. Pria Amerika Serikat berusia 64 tahun itu terakhir mengajar di Nicaragua.
Di sekolah tempatnya mengajar, Vahey dikenal sebagai pendidik yang populer di mata murid. Vahey terkenal karena ia tipe guru yang cair dengan murid-murid.Dia kerap membawa muridnya karya wisata. Hal itu diungkapkan Manajer Direktur Sekolah Amerika Nicaragua, Gloria Doll.
Dia mengajar mata pelajaran sejarah, geografi dan menjadi pelatih anak-anak dalam cabang olahraga basket, softball, sepakbola. Dalam resume, Vahey diketahui pernah mengikuti acara tur bersama murid-murid ke berbagai negara yaitu Thailand, India, Yordania, Nepal, Bahrain, Syria,Yunani, Mesir, Russia, Inggris, Kenya, Hungaria, Turki, Iran, Meksiko, Panama, Kosta Rika, dan Venezuela.
Sejak keluar dari AS dan menjadi guru di sekolah-sekolah Amerika di luar negeri, Vahey diduga kerap menjadikan muridnya sebagai korban.Menurut FBI, Vahey menyimpan foto-foto pornografi anak di flashdisknya. Terdapat sekitar 90 anak dalam foto tersebut. Doll, mengaku sejauh ini tidak ada siswa di sekolahnya yang menjadi korban Vahey. Vahey sendiri baru mengajar pada Agustus 2013, namun belum sempat memimpin karya wisata karena jati dirinya keburu terungkap. Terakhir, Vahey sempat berencana untuk memimpin tim simulasi PBB di Republik Dominica.
“Kami sadar bahwa kami mungkin tidak tahu apa yang terjadi,” kata Doll dikutip Times Colonist. Doll mengaku pegawainya mengambil flashdisk milik Vahey dan meminta pihak sekolah untuk memeriksanya.
medcom.id, Houston: Federation Bureau Investigation atau FBI tengah menelusuri kasus pedofilia yang melibatkan mantan guru Jakarta International School (JIS), Williams James Vahey. Pria Amerika Serikat berusia 64 tahun itu terakhir mengajar di Nicaragua.
Di sekolah tempatnya mengajar, Vahey dikenal sebagai pendidik yang populer di mata murid. Vahey terkenal karena ia tipe guru yang cair dengan murid-murid.Dia kerap membawa muridnya karya wisata. Hal itu diungkapkan Manajer Direktur Sekolah Amerika Nicaragua, Gloria Doll.
Dia mengajar mata pelajaran sejarah, geografi dan menjadi pelatih anak-anak dalam cabang olahraga basket, softball, sepakbola. Dalam resume, Vahey diketahui pernah mengikuti acara tur bersama murid-murid ke berbagai negara yaitu Thailand, India, Yordania, Nepal, Bahrain, Syria,Yunani, Mesir, Russia, Inggris, Kenya, Hungaria, Turki, Iran, Meksiko, Panama, Kosta Rika, dan Venezuela.
Sejak keluar dari AS dan menjadi guru di sekolah-sekolah Amerika di luar negeri, Vahey diduga kerap menjadikan muridnya sebagai korban.Menurut FBI, Vahey menyimpan foto-foto pornografi anak di flashdisknya. Terdapat sekitar 90 anak dalam foto tersebut. Doll, mengaku sejauh ini tidak ada siswa di sekolahnya yang menjadi korban Vahey. Vahey sendiri baru mengajar pada Agustus 2013, namun belum sempat memimpin karya wisata karena jati dirinya keburu terungkap. Terakhir, Vahey sempat berencana untuk memimpin tim simulasi PBB di Republik Dominica.
“Kami sadar bahwa kami mungkin tidak tahu apa yang terjadi,” kata Doll dikutip
Times Colonist. Doll mengaku pegawainya mengambil flashdisk milik Vahey dan meminta pihak sekolah untuk memeriksanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIT)